Jokowi Digelari Bapak Bipang hingga The King of Lip Service, Kuasa Hukum HRS: Beliau Insyaallah Orang Baik

198
Aziz Yanuar

JAKARTA – Meme ‘Jokowi The King of Lip Service’ olah BEM UI ternyata juga ditanggapi tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar.

Menurutnya, kritik yang disampaikan itu merupakan hal yang baik.

Sebab, itu menunjukkan bahwa para mahasiswa masih mencintai Indonesia.

“Bagus kritik itu. Tanda mahasiswa masih ada yang cinta negeri ini,” kata Aziz Yanuar kepada JPNN.com (jaringan Fajar.co.id), Selasa (29/6/2021).

Selain itu, Aziz juga menilai bahwa kritk BEM UI Itu adalah bagian dari koreksi bahwa demokrasi masih eksis.

“Kritik dan koreksi membuktikan bahwa demokrasi masih eksis bukan tergantikan oleh tirani oligarki atau tirani plutokrasi,” ujar Aziz.

Pria kelahiran Jakarta itu menyatakan, BEM UI mengkritik pejabat publik bukan sebagai individu.

“Beliau menjabat sebagai pejabat publik yang harus selalu dikoreksi dan dikritik” ucap Aziz.

Dia menyakini, secara pribadi Jokowi orang yang baik.

“(Secara pribadi) beliau insyaallah orang baik,” tutur Aziz.

Ditanggapi Senyum

Sebelumnya, Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara terkait meme ‘Jokowi The King of Lip Service’ yang disematkan oleh BEM UI.

Alih-alih protes atau marah, orang nomor satu di Indonesia itu malah hanya menanggapinya dengan senyum.

“Itu kan sudah sejak lama, ya,” jawab Jokowi di Istana Negera, Selasa (29/6/2021).

Jokowi lantas mengungkap berbagai macam tudingan dan julukan yang pernah dialamatkan kepadanya.

Mulai dari klemar-klemer, plonga-plongo, otoriter, bahkan bebek lumpuh yang pernah dilontarkan Amien Rais.

“Dan baru-baru ini ada yang bilang saya ini Bapak Bipang dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai ‘The King of Lip Service’,” ujarnya.

Singgung Sopan Santun

Jokowi pun menyatakan bahwa dirinya selama ini tidak pernah sekalipun mempermasalahkan beragam julukan yang dialamatkan kepadanya.

 

“Saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi. Jadi, kritik itu ya boleh-boleh saja,” kata Jokowi.

Sebaliknya, ia malah meminta universitas agar jangan menghalang-halangi mahasiswa untuk berekspresi dan menyampaikan pendapat.

Akan tetapi, Jokowi juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki budaya tata krama dan sopan santun.

“Ya, saya kira biasa saja. Mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat,” tuturnya.

Jokowi juga mengisyaratkan bahwa apa yang dilakukan BEM UI itu tidak cukup penting untuk ditanggapi.

“Tapi yang saat ini penting ya, kita semuanya memang bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi Covid-19,” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (pojoksatu/fajar)

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here