Usai jewer Jokowi, Ketua BEM UI tantang buzzer: Jagoan Sosmed, pengecut…

513

Usai pihaknya menyindir Jokowi soal raja pembohong, kini Ketua BEM UI tantang buzzer dan sindir sebagai pengecut.

Ketua Badan Esekutif Mahasiawa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra belakangan jadi sorotan publik usai pihaknya memberi julukan Presiden Jokowi sebagai The King of Lip Service. Sindiran itu diberikan dan disebarluaskan melalui akun jejaring media sosial BEM UI.

Usai sindirian soal Jokowi ‘The King of Lip Service’ tersebut viral di jagat media sosial, Ketua BEM UI Leon melalui akun Twitter pribadinya, menyinggung soal keberadaan buzzer.

Menurut Leon, para buzzer tak ubahnya seperti pengecut. Hal itu lantran pihak buzzer selama ini hanya berani berkoar di jagat media sosial, namun tak memiliki nyali untuk turun langsung ke jalan seperti berunjuk rasa.

“Buzzer: Berani di sosmed, enggak berani turun ke jalan,” tulisnya, dikutip Hops pada Senin, 28 Juni 2021.

Kicauan BEM UI soal Jokowi pembohong. Foto: Twitter
Kicauan BEM UI soal Jokowi pembohong. Foto: Twitter | Usai jewer Jokowi, Ketua BEM UI tantang buzzer

Kemudian Leon membandingkan antara buzzer dengan mahasiswa UI yang dengan gagahnya berani turun ke jalan untuk menyampaikan pandangannya terhadap berbagai kasus.

Sebagaimana yang terjadi pada 1 Mei 2021 silam di mana mahasiswa UI mengikuti aksi massa Mayday.

Kala itu, kata Leon, puluhan mahasiswa dipukuli dan diseret ke Polda Metro Jaya. Bahkan beberapa di antaranya dijadikan tersangka.

“Mahasiswa UI turun ke jalan: hampir 30 orang diseret, dipukuli, dan dibawa ke Polda Metro Jaya pada tanggal 1 mei,” ujar Leon.

“Selanjutnya tanggal 3 mei, 1 orang mahasiswa ditangkap dan dijadikan tersangka ketika sedang jalan pulang aksi,” imbuhnya.

Ketua BEM UI bukan orang sembarangan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) belakangan menggemparkan publik lantaran menjuluki Presiden Jokowi sebagai raja pembohong alias ‘King of Lip Service’.

Melalui kicauan yang dibuat akun Twitter milik BEM UI, pihaknya memparkan bahwa Jokowi selaku kepala pemerintah kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras.

Cuitan selanjutnya menuliskan “Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk lip service semata”. Artinya, sejumlah pernyataan yang dilontarkan oleh Jokowi dianggap sebagai kiasan belaka.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra. Foto: Tangkapan Layar YouTube KompasTV
Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra. Foto: Tangkapan Layar YouTube KompasTV

Ibarat kata pepatah ‘lain di mulut, lain di hati’, dalam cuitannya, BEM UI juga mengungkapkan sejumlah pernyataan Jokowi yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya.

Bersamaan dengan meruaknya pernyataan dari BEM UI tersebut, publik banyak yang penasaran dengan sosok Ketua BEM UI lantaran berani dan vokal dalam mengkritik pemerintah.

Usut punya usut, menghimpun dari berbagai sumber, BEM UI diketuai oleh Leon Alvinda Putra. Lantas, siapakah dia?

Mengutip tangkapan layar dari sebuah kicauan yang diunggah oleh pengamat komunikasi politik sekaligus akademisi UI Ade Armando, ternyata Ketua BEM UI bukanlah sosok yang sembarangan.

Dijelaskan dalam sebuah cuitan milik akun @dzulfian, Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra merupakan mahasiswa dengan predikat cum laude dengan IPK di atas 3,5.https://go.rcvlink.com/static/iframe.htm

Selain itu, Leon merupakan pengajar pembantu dosen di UI alias asisten dosen (asdos).

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di organisasi BEM UI, Leon disebut kerap jadi ketua di sejumlah organisasi lainnya.

Lebih mengejutkannya lagi, Leon dikabarkan merupakan tetangga dari Presiden Jokowi yang tinggal di Solo.

Menanggapi hal tersebut, Ade Armando dalam kicauannya menyindir soal istilah cum laude. Dia pun memaparkan bahwa Leon merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi di UI.

Oh, jadi di Fakultas Ekonomi UI IPK mahasiswa di atas 3,5 itu berarti hamdallah cuma laude? Baru tahu. . . Di FISIP UI, kami tidak mengenal istilah ‘hamdallah cuma laude’ bagi mahasiswa,” cuit Ade Armando, dikutip Hops pada Senin, 28 Juni 2021.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here