10 Kebohongan Bima Arya versi Habib Rizieq terkait Kasus RS Ummi, Ini Rinciannya

378
Habib Rizieq

 JAKARTA – Habib Rizieq Shihab membeberkan 10 kebohongan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait tes usap RS Ummi.

Itu disampaikan mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut melalui pledoi yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021).

Berikut 10 kebohongan Bima Arya versi Rizieq Shihab terkait tes usap RS Ummi:

1. Tidak Lapor Polisi

Rizieq menyatakan, dirinya dua kali didatangi Bima Arya dan Satgas Covid-19 Kota Bogor saat dirawat di RS Ummi.

Yakni pada tanggal 26 dan 27 November 2020.

Rizieq mengklaim, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa penyelesaian masalah akibat perawatannya di RS Ummi diselesaikan secara kekeluargaan.

“Faktanya, tiba-tiba Bima Arya berubah pikiran dan langsung menugaskan Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah untuk buat laporan polisi,” kata Rizieq.

2. Mencabut Laporan

Rizieq juga menyebut bahwa Bima Arya berjanji akan mencabut laporan polisi yang sudah dibuat.

Akan tetapi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tak pernah mencabut laporan di kepolisian.

Alasannya, karena dilarang oleh Kapolda Jawa Barat.

3. Tidak Kooperatif

Lebih lanjut Rizieq menyatakan kebohongan ketiga Bima Arya ialah pernyataannya bahwa RS Ummi tidak koperatif saat ia menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Namun, kata Rizieq, Bima Arya saat itu selalu disambut dan RS Ummi juga kooperatif

“Faktanya, saat Bima datang ke RS Ummi, dia disambut baik dan sangat kooperatif,” sambungnya.

4. RS Ummi Menghalangi PCR

Rizieq menyebut, Bima Arya menuduh RS Ummi menghalangi tes polymerase chain reaction (PCR) terhadap dirinya.

Menurut Rizieq, RS Ummi sudah setuju melakukan tes PCR terhadap dirinya.

“Tapi Satgas Covid-19 Kota Bogor tidak datang,” ujar Rizieq.

5. Tidak Menghalangi PCR

Rizieq juga menuding Bima Arya berbohong saat menyebut dirinya dan Hanif Alatas menghalang-halangi pelaksanaan tes PCR ulang.

Sebab menurutnya, saat itu dirinya maupun menantunya itu sama sekali tidak bermaksud menghalangi tes PCR.

“Faktanya, saya keberatan tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan. Habib Hanif hanya menanyakan apa urgensi tes PCR dua kali dalam waktu berdekatan,” kata Rizieq.

6. Damai dengan RS Ummi

Selanjutnya, Rizieq menyebut Bima Arya berbohong saat mengaku sudah berdamai dengan RS Ummi.

Bahkan saat itu, kata dia, Bima Arya juga berjanji tidak akan melanjutkan masalah itu ke polisi.

“Faktanya, kasus ini justru bergulir sampai pengadilan,” tutur Rizieq.

7. Hanya Laporkan RS Ummi

Dalam perkembangannya, Bima disebut Rizieq mengaku hanya melaporkan RS Ummi dalam perkara ini tanpa melaporkan pihak lainnya.

Akan tetapi, kasus ini kemudian merembet hingga menjerat dirinya dan menentunya.

Hingga akhirnya ia dan Hanif Alatas menjadi tersangka hingga duduk di kursi pesakitan.

8. Laporan Hasil Tes PCR

Kebohongan kedelapan Bima Arya dalam daftar yang disusun Rizieq ialah mengaku sudah memperoleh janji dari Hanif Alatas tentang laporan hasil tes PCR.

“Faktanya, setelah dicecar dengan pertanyaan dalam sidang oleh Hanif, akhirnya (Bima Arya) mengaku bahwa yang berjanji adalah tim Mer-C,” ujar Rizieq.

9. Tindak Semua Pelanggar

Kebohongan kesembilan Bima dalam daftar yang dibuat Rizieq yakni pernyataan yang akan menindak tegas semua pelanggar protokol kesehatan di Kota Bogor.

Faktanya, kata Rizieq, hanya RS Ummi dan dirinya serta Hanif Alattas yang dipidanakan.

Sedangkan pihak lain tidak ada yang dipolisikan sampai diproses hukum.

10. Tidak Tahu Bukan Bohong

Hal terakhir dalam catatan Rizieq ialah pengandaian Bima Arya tentang seseorang yang tidak tahu sedang sakit sehingga mengaku dalam kondisi baik-baik saja, maka orang tersebut tidak bisa disebut berbohong.

“Faktanya, khusus untuk saya tetap disebut berbohong walaupun tidak tahu,” kata Rizieq.

(Sumber Berita / Artikel Asli : jpnn/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here