Prabowo dan Megawati Resmikan Patung Bung Karno, Rocky Gerung: Mulai Terbaca Siapa yang Mendekat ke PDIP

216
Rocky Gerung

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri bersama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto baru saja meresmikan patung Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Patung Bung Karno yang tampak sedang menunggangi kuda tersebut diresmikan oleh Megawati dan Prabowo pada Minggu, 06 Juni 2021, bertepatan dengan hari ulang tahun Bung Karno.

Patung Bung Karno tersebut didirikan di halaman depan Kantor Kementerian Pertahanan di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Pada upacara peresmian patung Bung Karno tersebut, Prabowo Subianto mengatakan jika sosok Presiden pertama RI itu juga merupakan tokoh penggagas ideologi negara sekaligus Proklamator Kemerdekaan.

Prabowo juga menegaskan jika patung Bung Karno tersebut bukan bagian dari kultus individu ataupun sebagai bentuk pemujaan terhadap sejarah masa lalu, melainkan adalah simbol pewarisan nilai-nilai kebangsaan.

“Generasi muda harus mengerti dan sadar darimana kita berasal, kita tak serta-merta mendapat hadiah kemerdekaan, namun kemerdekaan itu direbut dengan darah, keringat, dan air mata,” ujarnya, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari Antara News pada Selasa, 07 Juni 2021.

Prabowo Subianto juga mengajak agar nilai-nilai yang diajarkan oleh Bung Karno tetap bertahan dan dipertahankan seluruh generasi penerus di masa depan.

“Marilah bersama berjuang agar nilai-nilai beliau tetap akan bertahan dan dipertahankan seluruh generasi penerus di hari dan tahun yang akan datang,” katanya.

Sementara itu, Megawati Soekarnoputri mengatakan jika peresmian patung Bung Karno tersebut bisa membawa api sejarah perjuangan bangsa bergelora kembali.

 

“Peresmian patung Bung Karno tersebut menjadikan seluruh api sejarah perjuangan bangsa bergelora kembali dan bagi kita menjadikan sebuah api semangat yang tidak kunjung padam sebagai energi perjuangan untuk membawa bangsa ini semakin berdaulat semakin maju dalam seluruh aspek kehidupan, namun tetap kokoh pada karakter dan budaya bangsa,” ujar Megawati.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menilai jika peresmian patung Bung Karno tersebut merupakan suatu manuver yang dilakukan sejumlah kubu politik untuk mendekati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Rocky Gerung menilai jika semua orang tentunya sudah tahu jika Bung Karno merupakan salah satu sosok pemimpin yang terkenal di dunia.

Namun, dirinya menilai jika momen peringatan hari jadi Bung Karno ini seolah diisi dengan peristiwa peristiwa yang terlalu politis.

“Kalau soal Bung Karno mampu untuk menyihir dunia dengan pidato-pidatonya, itu semua orang sudah tahu,” ujar Rocky Gerung, seperti dilihat mantrasukabumi.com dari video di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa, 07 Juni 2021.

“Saya kira momentum bulan Bung Karno ini justru diisi dengan peristiwa-peristiwa yang terlalu politis, jadi mulai terbaca siapa yang mau mendekat ke PDIP,” tambahnya.

Rocky Gerung bahkan mengatakan jika sewaktu-waktu perlu dilakukan evaluasi mengapa sekarang kubu politik seolah bergerombol di PDIP.

Menurutnya, hal tersebut berbeda dengan hasil beberapa survei yang mengatakan jika kader dan politisi PDIP tak akan dipilih oleh rakyat.

 

Dirinya juga menyinggung soal Presiden RI Joko Widodo, Ketua MPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menurutnya tengah bermasalah.

“Padahal survei mengatakan kader-kader PDIP tak akan dipilih oleh rakyat, jadi agak ajaib kan,” kata Rocky Gerung.

“Ada glorifikasi PDIP melalui Bung Karno, padahal survei bilang nggak bisa. Bahkan Pak Jokowi ditolak, Puan ditolak, Ganjar juga ada masalah,” tegasnya.

Rocky Gerung kemudian menyimpulkan jika peresmian monumen patung Bung Karno tersebut seolah digunakan untuk menciptakan momentum menjelang Pemilu 2024.

“Jadi kesimpulan saya, ada monumen yang dipakai untuk menghasilkan momentum demi 2024,” pungkas Rocky Gerung.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here