Terkuak! Jokowi ‘setor’ dana Rp100 miliar saat Aksi 212, buat bayar siapa?

586

Meski telah berlalu cukup lama, namun Aksi 212 yang merupakan bentuk protes ormas Islam terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih belum luput dari ingatan kita. Bahkan, menariknya, pemerintahan Presiden Jokowi disebut-sebut mengeluarkan dana hingga Rp100 miliar saat momen tersebut berlangsung. Lantas, untuk apa gerangan?

Disitat dari video berjudul ‘Saya Pernah Melihat Jokowi Murka’ di saluran Youtube CokroTV, pengamat dan pegiat media sosial, Denny Siregar berkisah, suatu hari—sesaat setelah pecahnya Aksi 212 pada akhir 2016 lalu, dia dan rekan-rekannya diundang ke pertemuan kecil bersama Presiden Jokowi.

Anehnya, pada momen tersebut Jokowi tidak terlihat bahagia, wajahnya muram seperti menyimpan rasa kesal. Setelah ditelusuri, rupanya orang nomor satu di Indonesia itu sedang memendam marah, akibat aksi besar-besaran yang terjadi di Jakarta.

“Dari situlah saya melihat karakter Jokowi yang sangat berbeda dari apa yang saya lihat selama ini di media. Ketika bercerita tentang demo itu, wajah Jokowi saya lihat mengeras, tulang rahangnya terlihat menguat, dan matanya memerah berair, seperti menahan rasa geram,” ujar Denny dikutip Jumat 4 Juni 2021.

Aksi 212. Foto: Istimewa.
Aksi 212. Foto: Istimewa.

Lebih jauh, Denny menambahkan, Jokowi menjadi sedemikian kesal, lantaran harus mengeluarkan uang negara untuk membayar pihak keamanan. Rasa kesal tersebut semakin menjadi-jadi, mengingat nominalnya tak sedikit, bahkan cenderung banyak.

“Dia berbicara dengan nada yang penuh tekanan. Begini kira-kira pernyataan Jokowi kepada kami, ‘kalian tahu berapa uang negara yang keluar untuk pengamanan setiap kali ada demo seperti itu? Kalian tahu?’. Tentu kami tidak tahu, tapi kami ingin tahu,” tuturnya menirukan Jokowi.

Jokowi kemudian memberi tahu Denny dan rekan-rekannya, bahwa pihaknya mengeluarkan dana sekurangnya Rp100 miliar untuk pihak keamanan. Nominal tersebut, menurut pengakuan Jokowi, seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan di sejumlah daerah yang terletak di timur Indonesia.

“Dan saat itu pun suasana langsung hening, kami merenungi perkataan presiden,” tegasnya.

Massa aksi damai 212 memadati kawasanm Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016. (Dok. Tribunnews)
Massa aksi damai 212 memadati kawasanm Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016. (Dok. Tribunnews)

Wajar Jokowi marah akibat Aksi 212

Denny beranggapan, wajar jika kemudian Presiden Jokowi marah akibat Aksi 212 tersebut. Bahkan, kata dia, kemarahan itu menandakan keberpihakan Jokowi terhadap seluruh masyarakatnya. Sebab, apa untungnya Rp100 miliar dilarikan ke pihak keamanan, sementara di luar sana masih banyak yang membutuhkannya?

“Di luar itu semua, di sanalah saya mengenal sisi lain seorang Jokowi. Saya melihat kegeraman presiden bukan kepada demonya, melainkan betapa uang yang seharusnya untuk rakyat yang membutuhkan, harus terbuang sia-sia. Pikiran Jokowi benar-benar kepada rakyatnya,” kata Denny.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here