Harun Al Rasyid dkk Ngadu ke MUI soal Tuduhan Talibanisme di KPK

150
Harun Al Rasyid

Jakarta – Kasatgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid bersama perwakilan 75 pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menyambangi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan persoalan isu-isu terkait agama dalam TWK.

“Kami 75 pegawai yang dinyatakan tak lulus ini telah melakukan advokasi ke lembaga-lembaga keagamaan dan hari ini kami ke MUI. Tujuannya tak lain dan tak bukan karena kami sebagian dari umat di antara 75 pegawai yang tak lulus TWK terdiri dari pegawai yang bermacam-macam, ada yang muslim, Protestan, dan lain-lain,” kata Harun di Kantor MUI Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021).

Harun Al Rasyid menuturkan advokasi yang dilakukan dengan beberapa lembaga keagamaan menunjukkan dengan keberagaman mereka tetap dapat bersatu. Dia menyebut pekerjaan yang selama ini mereka jalani dapat berjalan dengan baik di tengah perbedaan.

“Kami melakukan advokasi ke beberapa lembaga keagamaan termasuk PGI kemarin, untuk menunjukkan bahwa kami ini merupakan satu kesatuan yang utuh di dalam pegawai KPK. Kami terbukti sejak KPK berdiri, dengan beberapa macam kepercayaan tadi itu, kami bisa melaksanakan pekerjaan itu tanpa harus bersinggungan terkait masalah agama dan keyakinan,” tuturnya.

Harun menepis tuduhan liar yang berkembang bahwa dirinya dan pegawai KPK yang tak lulus TWK adalah intoleran, taliban, dan radikal. Untuk itu, kata Harun, mereka bersafari ke lembaga-lembaga keagamaan dan membuktikan bahwa tuduhan dan isu yang beredar selama ini tidak benar.

“Tujuan lain kami tentu menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan fitnah yang selama ini dialamatkan kepada kami, bahwa di dalam tubuh kami ada intoleransi, ada talibanisme, ada radikalisme, ini kami ingin menunjukkan ini loh kami yang sebenarnya. Kalau lah isu-isu itu nggak bisa dikikis karena isu itu udah cukup lama ditanam di dalam tubuh kami, setidaknya kami akan coba kikis pelan-pelan, kami membuka diri ini lah kami, ini lah tujuan yang kami lakukan dari kami melakukan advokasi bersafari ke lembaga keagamaan untuk menunjukkan tidak ada itu,”ujarnya.

“Isu-isu yang dibikin oleh orang-orang luar, orang-orang koruptor, hanya untuk melemahkan dan menghancurkan kami,” sambung Harun Al Rasyid.

Sementara Ketua MUI Bidang Pendidikan DMI KH Abdul Jaidi, mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi terbaik terkait permasalahan tersebut. Dalam mencari solusi, pihaknya akan memperhatikan kaitannya dengan kebijakan pemerintah.

“MUI yang menaungi umat mencarikan solusi, memperhatikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat, bagaimana memberikan solusi yang terbaik bagaimana melindungi umat ini dengan sebaik-baiknya, mengarahkan agar umat ini bisa merasa nyaman dan aman dalam bimbingan dan naungan MUI karena kita juga punya kepedulian terhadap permasalahan umat,” kata KH Abdul Jaidi.

“MUI ini adalah sebagai mitra pemerintah artinya bahwa kita mencari sebuah persamaan, mencari sebuah solusi terbaik, atas kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan pemerintah yang bersinggungan dengan permasalahan kehidupan umat dan bangsa,” sambungnya.

KH Abdul Jaidi menuturkan MUI akan membahasnya dalam rapat bersama para pimpinan.

“Mungkin masukan-masukan atau langkah-langkah yang akan diambil oleh majelis ulama Indonesia tentunya kita harus sampaikan di rapat pimpinan MUI,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here