Spekulasi Virus Corona Bocor Dari Lab Wuhan Menguat, AS: Masih Butuh Penyelidikan

239
Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki/Net
 Amerika Serikat (AS) sedang melakukan investigasi terkait laporan yang menyebutkan tiga peneliti di laboratorium Institut Virologi Wuhan (WIV) diduga mengalami gejala Covid-19 sebelum kasus pertama infeksi virus corona dilaporkan.
Laporan tersebut merupakan informasi intelijen AS yang pertama kali dimuat oleh Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah sumber pada Minggu (23/5).

Laporan menyebutkan bahwa tiga peneliti WIV mengalami jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit pada November 2019. Kasus pertama Covid-19 di dunia diidentifikasi pada akhir Desember 2019.

Namun satu sumber menyebut masih belum jelas gejala yang dialami para peneliti dan apakah mereka dirawat di rumah sakit.

“Kami tidak memiliki cukup informasi untuk menarik kesimpulan tentang asal-usul virus korona,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, seperti dikutip Reuters.

“Kami membutuhkan data. Kami membutuhkan penyelidikan independen. Dan itulah yang kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, jurubicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian, mengatakan informasi terkait tiga peneliti WIV jatuh sakit sama sekali tidak benar.

Asal usul virus corona yang masih misterius memicu banyak spekulasi di publik.

Pada Maret, tim ahli yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan hasil penyelidikan selama empat pekan di Wuhan pada Januari dan Februari.

Para ahli menyimpulkan virus corona kemungkinan telah ditularkan dari kelelawar ke hewan lain, sebelum akhirnya ke manusia. Sementara spekulasi kebocoran di laboratorium dianggap sangat tidak mungkin.

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here