Bukan Soal Agama, Serangan Ke Palestina Bukti Kuat Israel Adalah Musuh Kemanusiaan

127
Serangan terbaru yang dilancarkan Israel ke Palestina sejak dua pekan terakhir memicu kemarahan dari banyak pihak di dunia. Bukan hanya dari kalangan warga Muslim, tapi juga dari banyak kelompok di luar Islam yang bahkan turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan bagi Palestina.
“Apa yang dilakukan Israel ini membangun sentimen global bahwa Israel itu pada hakekatnya adalah common enemy dalam bidang kemanusiaan,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Dr. Sudarnoto Abdul Hakim dalam webinar mingguan RMOL World View bertajuk “Palestina Terluka, Indonesia Bisa Apa?” yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Senin (24/5).

“Bayangkan saja, yang jadi korban dalam serangan pertama di Masjidil Aqsa adalah warga yang sedang ibadah,” sambungnya.

Pasca serangan pertama itu, Israel semakin agresif mmelancarkan serangan terutama ke Jalur Gaza dengan dalih untuk memberangus kelompok Hamas.

“Tapi jika dibandingkan, korban yang jatuh dalam serangan serangan ini kebanyakan adalah anak-anak dan orangtua, dan paling banyak dari Palestina,” kata Sudarnoto.

IItu artinya, Israel menggunakan senjata canggih dan kekerasan untuk. menyerang Hamas. Namun yang berjatuhan bukan hanya Hamas, namun juga banyak warga sipil tidak berdosa.

“Mereka menyerang secara membabi buta. Ini adalah bentuk kebiadaban yang luar biasa yang justru masih terjadi di abad ke-21,” paparnya.

Karena itu, tidak mengherankan jika situasi tersebut menimbulkan sentimen global yang meluas.

“Ini tragedi kemanusiaan. Tentu orang-orang. beragama seperti kita, Islam. Ada juga orang Yahudi yang tidak setuju dan mengecam tindakan. brutall itu, serta orang Kristen yang juga geram. Karena itu kan tempat. suci bagi tiga agama besar. yang. kemudian dikotori dengan tindakan tidak masuk. Jadi memang ini adalah the enemy of humanity,” tandasnya.

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here