Konflik Kian Memanas, Negarawan Amerika Serikat Sebut 10 Lagi Tahun Israel Akan Hilang, Pertanda Kalah?

601
Ilustrasi Israel. 10 tahun lagi bakal hilang? /Pixabay/edu_castro27

Konflik Palestina dan Israel masih terjadi hingga saat ini. Di tengah konflik besar ini, ramalan tokoh serta petinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei kembali heboh dan viral.

Berdasarkan ramalan pemimpin serta tokoh penting itu mengungkap bahwa Israel tidak akan menyaksikan atau melihat 25 tahun ke depan. Maksudnya, Israel tidak akan lagi berkuasa dalam 25 tahun ke depan.

“Pertama, Anda (Israel) tidak akan melihat 25 tahun ke depan,” ujar Ayatollah Ali dikutip melalui berbagai sumber.

Lalu ia mengatakan, 25 tahun mendatang rezim zionis akan hilang.

“Insya Allah, tidak akan ada yang namanya rezim zionis dalam 25 tahun. Sampai saat itu, semangat perjuangan, heroik dan jihad tidak akan meninggalkan momen ketenangan bagi zionis,” ungkapnya.

Hal ini bisa ia sebut atau ramal sehubungan dengan kesepakatan nuklir JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) yang ditandatangani awal tahun 2015 antara Teheran dan P5 + 1 yang secara teori dan aturan akan berakhir dalam kurun waktu 25 tahun.

Jika benar dan dihitung dari saat ini tahun 2021, maka kehancuran Israel diperkirakan tinggal 19 tahun lagi, menurut ramalan tersebut.

Retorika atau ramalan semacam itu juga pernah dibuat di masa lalu oleh mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad 10 tahun ke belakang. Ia mengatakan bahwa rezim yang menduduki Yerusalem harus lenyap.

“Rezim yang menduduki Yerusalem harus lenyap dari halaman waktu,” ucap Ahmadinejad.

Perkataan Ahmadinejad tersebut lalu secara populer salah diterjemahkan dan salah dikutip oleh media-media Barat pada saat itu menjadi “Israel harus dihapus dari peta.”

Kutipan asli perkataan Ahmadinejad itu sendiri akhirnya dikaitkan dengan pernyataan dari Ayatollah.

Kepala Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi juga mengulangi klaim tersebut pada 2017 dalam acara memperingati kejatuhan saat Perang Iran-Irak.

“Tanda-tanda jatuhnya pembunuh anak-anak dan rezim Zionis yang tidak sah telah menjadi bukti,” katanya dikutip melalui berbagai sumber.

“Ada juga indikasi yang menjanjikan tentang perubahan keseimbangan kekuatan yang berpihak pada Palestina. Ini semua menunjukkan kebenaran prediksi bahwa rezim Zionis tidak akan melihat 25 tahun ke depan,” tambah dia.

Faktanya yang meramalkan hal ini tak hanya tokoh Timur Tengah, Negarawan senior Amerika Serikat (AS) Henry Kissinger yang berasal dari keturunan Yahudi pada 2012 juga pernah menyatakan dalam 10 tahun Israel akan hilang.

“Dalam 10 tahun tidak akan ada lagi Israel,” ucapnya.

Meski diakui Haaretz, Times of Israel yang mengutip salah seorang staf Kissinger membantah pernyataan tersebut.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here