Sebut Oligarki Pojokkan Tokoh Muslim, Refly: Khawatirkan Kebangkitan Islam

285
Refly Harun

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan tanggapan terkait pernyataan Din Syamsuddin tentang upaya pihak tertentu untuk memojokkan tokoh Islam. Refly pun sepakat dengan beberapa poin pernyataan Din Syamsuddin tersebut.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtubenya, Jumat (7/5/2021) Refly menyampaikan pendapatnya tentang upaya kelompok terntu yang ingin memojokkan tokoh-tokoh Islam.

Dalam video tersebut, Refly terlebih dahulu membacakan sebuah artikel berita yang membahas soal pernyataan Din Syamsudin terkait tudingan-tudingan radikal terhadap Islam.

Refly lantas mengaku sepakat dengan beberapa poin pernyataan Din. Pertama, ia menyebut bahwa pada masa pemerintahan Jokowi ada kekuatan oligarkis yang ingin memojokkan Islam.

“Saya banyak setuju dengan apa yang disampaikan oleh Din Syamsuddin. Jadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ini seperti ada kekuatan oligarkis yang secara sistematis selalu ingin memojokkan figur-figur Islam, atau tokoh-tokoh Islam,” ujar Refly.

Lebih lanjut, Refly menyebut ada beragam macam motif yang dilakukan dalam upaya memojokkan tokoh-tokoh Islam.

“Motifnya macam-macam, saya menduga kalau dikaitkan dengan politik ya tentu kelompok-kelompok ini khawatir bahwa akan ada kebangkitan Islam ya,” lanjut Refly.

Refly lantas menjelaskan konteks kata Islam yang ia maksud. Bisa berarti parpol Islam, partai dengan basis pendukun Islam, atau kelompok yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

“Islam itu bisa dikatakan partai Islam, bisa juga partai yang berbasis massa Islam, atau kelompok besar masyarakat yang concern-nya kepada nilai-nilai Islam misalnya,” sambungnya.

Refly Harun bicara soal pemojokan tokoh-tokoh Islam (youtube.com/ReflyHarun)
Refly Harun bicara soal pemojokan tokoh-tokoh Islam (youtube.com/ReflyHarun)

Refly menyebut, sikap selalu ingin memojokkan Islam yang dilakukan kelompok tertentu karena mereka menganggap jika Islam berkuasa akan tidak menguntungkan bagi kelompok minoritas.

“Jadi kekhawatiran mereka karena selalu menganggap kalau Islam atau kelompok Islam atau mayoritas Islam berkuasa maka itu akan tidak favorable bagi kelompok minoritas,” ucap Refly dalam video tersebut.

Refly lantas menegaskan bahwa hal itu tak terbukti. Baginya, jika Islam berkuasa, maka kaum minoritas dari agama lain akan tetap dihormati.

“Itu tidak terbukti, justru mislanya ketika Islam sedang berkuasa, kalau dia benar-benar lurus ya justru dia harus menghormati kelompok agama lain karena itu bagian dari Islam,” ujarnya lagi.

Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here