Merasa Agamanya Telah Dinista, Pelapor Minta Polisi Usut Tuntas Kasus “Nasi Anjing”

301
Rina Triningsih

Polres Metro Jakarta Utara resmi memulai pemeriksaan terhadap kasus ‘nasi anjing’. Rina Triningsih yang merupakan pelapor berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurut Rina, pihak yayasan yang membagikan nasi bungkus bercap “Nasi Anjing” itu dinilai telah menista agama karena memberikannya kepada umat muslim untuk berbuka puasa.

“Dikarenakan ada unsur pelecehan yang sistematis ya, kenapa yang dipilih lambang anjing sedangkan pihak ARK Qahal mengetahui anjing adalah hewan yang diharamkan bagi umat Islam,” kata Rina kepada wartawan, di Polres Metro Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Kamis (11/6).

Parahnya, pembagian nasi bercap “nasi anjing” dilakukan saat umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa atau bertepatan dengan bulan suci ramadhan yang cukup menyakiti umat Islam.

“Fatalnya lagi diberikan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan menjelang berbuka, bukan hanya satu-dua bungkus saja mungkin lebih dari puluhan,” ujar Rina.

Dengan begitu, menurut Rina, apa yang dilakukan oleh pihak Yayasan Qahal yang diketahui merupakan komunitas umat Kristiani telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pasalnya, Rina menegaskan, ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh terlapor atau pihak yang membagikan nasi bercap “nasi anjing”.

“Mereka akan paham kenapa dengan adanya pembagian nasi anjing itu mereka paham akan terjadi hal yang membuat resah masyarakat. Silakan saling membantu tapi tidak perlu harus menyakiti umat terutama Islam,” imbuhnya.

Meski pihak yayasan telah menyampaikan bahwa makanan itu halal dan tidak mengandung unsur olahan dari anjing, namun Rina tetap menyoal logo anjing pada bungkus nasi. Padahal, anjing merupakan hewan yang punya konotasi kurang baik.

“Istilah anjing di Indonesia sering digunakan untuk umpatan atau hinaan kepada pihak yang tidak disenangi atau direndahkan,” pungkas Rina.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here