Dipolisikan Warga Minang, Ade Armando: Injil Berbahasa Arab Aja Ada

403
Ade Armando

 JAKARTA – Pengamat politik Ade Armando menanggapi santai pelaporan dirinya ke Polda Sumatera Barat.

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) ini dipolisikan dengan dugaan mencemarkan dan menghina nama baik masyarakat Minangkabau.

Selain itu, Ade juga dianggap telah menghina suku Minangkabau.

Dikonfirmasi, Ade Armando mengaku sudah mengetahui dirinya dipolisikan. Bahkan, ia siap untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Ya enggak apa-apa. Dilaporkan soal menyebarkan kebencian dan SARA ya,” ujarnya kepada JPNN, Rabu (10/6/2020).

Kendati demikian, Ade membantah dirinya telah melakukan penghinaan terhadap suku Minangkabau.

Sebaliknya, ia menuding pihak pelapornya yang sudah melakukan perbuatan melawan hukum menyebarkan ujaran kebencian berbau SARA.

Sebab, Ade menilai, tidak semestinya Injil berbahasa Minangkabau itu ditentang.

“Kenapa mereka harus menolak? Ada Injil berbahasa Minangkabau di Sumbar, Injil itu kan kitab suci. Isinya kebaikan yang dipercaya umat Kristen,” kata Ade.

Ade juga menyebut bahwa yang dia lakukan hanya sebatas kritik, bukan penghinaan seperti yang dimaksudkan pelapor.

“Jadi, saya bukan menghina warga Sumatera Barat tanpa sebab ya. Tapi kalau mereka itu menolak adanya Injil berbahasa Minangkabau, saya pertanyaan kok jadi terbelakang ya,” tambah Ade.

Terkait pelaporan sendiri, Ade mengaku belum ada komunikasi dengan kepolisian atau pihak yang melapor.

Namun, ada sejumlah orang yang mengirim pesan ke dia mempertanyakan sikapnya tersebut.

“Mereka menanyakan maksudnya apa menghina warga Sumbar. Memangnya enggak boleh Injil berbahasa minang, Injil berbahasa Arab aja ada,” imbuh Ade.

Untuk diketahui, Ade Armando dipolisikan dua organisasi. Yakni Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat (Bakor KAN Sumatera Barat) dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau.

Pelaporan disampaikan ke Polda Sumatera Barat pada Selasa (9/6) kemarin.

Para pelapor menilai, Ade Armando telah mencemarkan dan menghina nama baik masyarakat Minangkabau menyangkut polemik Injil berbahasa Minang.

Dalam laporan itu, Ade disangkakan dengan Pasal 28 Ayat 2 UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelaporan ini dipicu atas pernyataan yang diunggah akun Ade Armando yang diduga milik Ade Armando.

Berikut tulisan yang diunggah akun Facebook Ade Armando pada Kamis 4 Juni 2020:

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here