Didampingi Puluhan Pengacara, Mahkamah Adat Laporkan Ade Armando ke Polda Sumbar

1205

Batu Batikam – Gandeng puluhan pengacara, Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) siang ini, Selasa (9/6), melaporkan Ade Armando, oknum dosen ternama di pulau Jawa, yang membuat kontroversi lewat tulisan yang antara lain memuat “apakah orang Minang tidak boleh belajar Injil?”. Tulisan ini, selain mengganggu ketenangan berpotensi memecah belah masyarakat, juga melanggar Hukum Adat Minangkabau!

Demikian dikatakan Ketua Majelis Pimpinan Tinggi MAAM, Yosrizal, S.H Dt Sri Maharajo Bamego Mego, Selasa pagi (9/6), kepada Minangsatu.

Kata Dt Sri Maharajo Bamego Mego, tulisan Ade Armando sudah keterlaluan dan telah mengusik ketenangan masyarakat Minangkabau. Tulisan yang mempertanyakan “apakah orang Minang tidak boleh belajar Injil. Apakah orang Minang tidak boleh beragama Kristen, dulu orang sumatera barat pintar-pintar, kok sekarang lebih kadrun dari kadrun”, benar-benar tidak bisa diterima sama sekali.

“Akibatnya Urang Minangkabau di Sumatera Barat merasa terganggu dan resah. Akhirnya merebak isu serta penggiringan opini bahwa Urang Minangkabau anti Pancasila, dan telah melanggar sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” tukas Dt Sri Maharajo Bamego Mego.

Dia mengatakan, selain tulisan itu memicu polemik dan perdebatan di media sosial, juga berpotensi ditunggangi provokator, sehingga bisa mengganggu kerukunan hidup beragama. “Kita orang Minang tidak anti Pancasila. Justru kita mendukung Pancasila. Kita sangat toleran kok,” tegas Dt Sri Maharajo Bamego Mego.

Maka, lanjutnya, setelah rapat dan musyawarah MAAM, tulisan Ade Armando yang konon kabarnya mengaku orang Minang itu, dinilai telah melecehkan Hukum Adat Minangkabau yang berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. “Maka didapat keputusan pada hari Selasa ini, MAAM segera melaporkan Ade Armando ke Polda Sumbar, dengan didampingi puluhan pengacara nantinya,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu Tengku Irwansyah Angku Datuk Katumangguangan selaku Imam Limbago Majelis tinggi Mahkamah Adat Alam Minangkabau, menambahkan bahwa apa yang dituliskan oleh Ade Armando itu merupakan perbuatan yang fatal, dan sangat disayangkan kalau seorang dosen, seorang pendidik akademisi perguruan tinggi, bisa berbuat sebodoh itu, dengan tidak bisa membedakan mana Urang Minang dan mana masyarakat Sumbar?

“Akibat kedunguan Ade Armando yang mempertanyakan mengapa Urang Minangkabau tidak boleh beragama Kristen, sehingga menjadi penggiringan opini, bahwa masyarakat Sumatera barat anti Pancasila, itu tidak bisa ditolerir, sebab Urang Minangkabau ada di seluruh dunia, ada Urang Minang berkebangsaan Amerika, Inggris, Australia, Arab, Brunai, Malaysia dan bangsa-bangsa lainnya, dan oknum dosen itu lupa kalau Urang Minang yang berktp Jabodetabek itu banyak, jadi Urang Minangkabau itu tidak ditentukan oleh kependudukan dan kebangsaan, tapi aturan hukum adat Minangkabau, bahwa Urang Minang itu keturunannya dari pihak ibu yang turun temurun dari gunung Marapi, serta hanya menganut satu Tuhan seperti yang diamanatkan sila pertama dalam Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegas Angku Dt Katumangguangan.

Lalu Imam MAAM yang akrab dipanggil Angku menegaskan bahwa selaku warga negara yang menjunjung supremasi hukum, maka Ade Armando harus segera diproses secara hukum yang berlaku.

“Mari kita buktikan, apakah benar dia kebal hukum, dan setelah itu baru diproses secara hukum adat Minangkabau. Walau dimanapun Ade Armando berada, agar menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang hendak mengacau ketenangan umat beragama di Sumbar,” pungkasnya.

Sementara itu, Dr Wendri Yunaldi, salah seorang pengacara yang akan mendampingi MAAM, kepada Minangsatu mengakui bahwa dia dengan sejumlah pengacara akan mendampingi para pemangku adat itu buat melaporkan Ade Armando ke Polda Sumbar.

“Iya, kami mendampingi. Ada banyak pengacara yang ikut mendampingi,” ujar Wendra Yunaldi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Minangsatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here