Menko Luhut: Utang untuk Penanganan Covid-19 RI Lebih Rendah dari Singapura

494
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA – Utang penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 Indonesia masih paling rendah dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Namun, ia mengakui penarikan utang membuat gap terhadap GDP membengkak hingga 6,2%.

“Jadi, apabila kita bicara utang. Utang kita sudah dihitung jadi banyak kemarin, memang ini jadi 6,2% gap to GDP kita. Dan kita termasuk paling rendah dibadingkan dengan negara lain,” ujar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dalam diskusi online di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Kemudian lanjut dia, dirinya membandingkan Indonesia dengan Singapura. Di mana Singapura mengalami pelebaran defisit hingga 100%.

Bahkan Amerika Serikat dan Jepang yang harus menarik utang besar guna menjaga agar rakyat dan perekonomian tidak terpengaruh besar oleh penyebaran pandemi Covid-19.

“Kita ketahui Singapura itu 100% terhadap GDP nya. Lalu ada Amerika Serikat itu kita tidak tahu berapa lagi, memang besar. Kemudian Jepang tidak kita tahu lagi,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, pemerintah saat ini sangat berhati-hati dalam melakukan penarikan utang. Pihaknya juga memastikan utang dialokasikan untuk hal produktif.

“Maka itu apabila ada yang merasa ini silahkan diskusi. Saya tentara, saya juga mengerti, saya banyak belajar dari anak anak muda. Jadi jangan dibodohin rakyat kita, utang besar. Tapi kita utang produktif,” tandas dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Okezone

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here