Sebut Penangkapan Habib Bahar bin Smith seperti Penculikan, Kuasa Hukum: Tidak Ada Keterangan Resmi

562

Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, M. Ichwan Tuankotta, menyayangkan tindakan penangkapan yang dilakukan petugas terhadap kliennya.

Ia bahkan membandingkan penangkapan tersebut dengan tindakan penculikan karena tidak adanya pemberitahuan kepada pihaknya dan pihak keluarga.

Ichwan dan keluarga Bahar bersama simpatisan pendukungnya menggeruduk Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Jawa Barat, tempat Bahar ditahan.

Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020).
Petugas tim gabungan menjemput terpidana kasus penganiayaan, Bahar bin Smith untuk membawanya ke Lapas Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Selasa (19/5/2020). ((Dokumentasi/Humas Ditjen Pemasyarakatan.))

Mereka melakukan tindakan provokasi dan memaksa bertemu dengan Bahar untuk memastikan kondisinya.

Dilansir KompasTV, Selasa (19/5/2020), Ichwan yang ditemui di lokasi mengungkapkan kekecewaannya atas penangkapan kembali Bahar tersebut.

“Tidak ada keterangan resmi dari Kanwil atau dari Bapas untuk menghubungi kuasa hukum, dia ditahan di mana, dibawa ke mana kita enggak tahu, kaya diculik aja begitu lho yang kita sayangkan,” ungkap Ichwan.

Ichwan mengaku ia dan keluarga Bahar bin Smith belum bisa menemui tokoh agama tersebut untuk melihat keadaannya.

“Sampai jam ini, saya belum dapat akses untuk bisa ketemu dengan Habib Bahar, kita hanya ingin memastikan apakah Habib Bahar benar di Lapas Gunung Sindur itu yang kita pertanyakan,” tutur Ichwan.

“Dan meyakinkan apakah kondisi Habib Bahar sehat-sehat saja, itu saja yang kita inginkan dari pihak kuasa hukum dan pihak keluarga,” sambungnya.

Ichwan dan keluarga yang telah menunggu lama di lokasi dijanjikan oleh pihak petugas lapas akan diberikan waktu bertemu dengan pimpinan.

Namun ternyata sampai jam yang ditentukan, pihak lapas tidak juga meluangkan waktu untuk bertemu dengan mereka.

“Pertama kami dijanjikan jam delapan untuk nanti konfirmasi dengan pihak pimpinan lapas, ternyata faktanya jam delapan juga mereka tidak memberikan itu,” tutur Ichwan.

Massa yang hadir merasa tidak sabar dan berusaha mendobrak masuk ke rumah tahanan tersebut, sehingga akhirnya kuasa hukum dan keluarga diizinkan menemui perwakilan petugas lapas.

“Tadi kita sempet dobrak pintu, karena massa banyak, dobrak pintu, akhirnya kita negosiasi, oke boleh masuk saya ketemu dengan Binasdik, Pak Iwan Setiawan.”

“Lalu kita dialog di sana, kita, saya dalam hal ini sebagai kuasa hukum, istrinya Habib Bahar dan Uminya kandung Habib Bahar,” imbuh Ichwan.

Ichwan dan keluarga Bahar melakukan negosiasi dengan pihak lapas, namun tidak juga membuahkan hasil, mereka belum diberi izin untuk menemui Bahar.

“Kita dialog di sana, tapi ternyata juga tidak sesuai dengan harapan kita, tetap tidak bisa ketemu dengan Beliau,” ucap Ichwan.

“Karena alasan Beliau, pertama Kalapas tidak ada ditempat, kedua Beliau sedang proses karantina sehingga tidak bisa ditemui, itu mereka alasannya,” tandasnya.

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-01:40:

Bahar bin Smith Kembali Ditangkap

Sebelumnya diketahui, terpidana kasus penganiayaan Bahar bin Smith kembali ditangkap setelah diduga melanggar ketentuan asimilasi, Selasa (19/5/2020).

Ia ditahan kembali lantaran izin pembebasannya telah dicabut oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pencabutan tersebut didasari oleh pelanggaran yang dilakukan Bahar yang dinilai tidak sesuai dengan syarat asimilasi yang ditetapkan pemerintah.

Dilansir Kompas.com, Selasa (19/5/2020) dalam sebuah siaran pers, Dirjen Pemasyarakatan Reynhard Silitonga menerangkan bahwa izin asimilasi tersebut dicabut lantaran Bahar melakukan pelanggaran khusus.

Ia menyebutkan bahwa Bahar telah abai terhadap aturan dan bimbingan yang diberikan petugas.

“Selama menjalankan asimilasi, yang bersangkutan tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan yang dilakukan oleh PK (Petugas Kemasyarakatan) Bapas Bogor yang memiliki kewenangan melakukan pembimbingan dan pengawasan pelaksanaan asimilasi di rumah,” ujar Reynhard.

Disebutkan bahwa ada dua hal yang dilanggar oleh Bahar setelah baru dua hari keluar dari penjara.

Pertama, Bahar dinilai telah menimbulkan keresahan di masyarakat lantaran memberikan ceramah bernada provokasi.

Ceramah yang mengandung ujaran kebencian terhadap pemerintah itu menyebarkan rasa permusuhan.

Parahnya lagi, ceramah tersebut telah direkam dalam tayangan video dan viral beredar di kalangan masyarakat.

Pelanggaran kedua yang dilakukan Bahar adalah melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena menimbulkan kerumunan dalam acara ceramah tersebut.

“Atas perbuatan tersebut, maka kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya,” ungkap Reynhard.

Sementara itu, pengacara Bahar, Aziz Yanuar, menduga bahwa penangkapan tersebut berkaitan dengan isi ceramah yang disampaikan Bahar usai bebas dari penjara.

Ia menyebutkan bahwa isi ceramah yang diberikan pada malam setelah pembebasan Bahar tersebut dinilai menyinggung penguasa.

“Kami menduga ini terkait ceramah beliau, karena ceramah pada Sabtu malam itu menjadi viral dan sangat menyinggung penguasa,” tutur Aziz.

Aziz memang mengakui bahwa ada beberapa persayaratan yang harus dipatuhi Bahar selama menjalani program asimilasi.

Namun untuk lebih jelasnya, Aziz mengatakan bahwa keterangan lebih lanjut akan diberikan oleh pihak Kemenkumham.

Diketahui, setelah ditangkap Bahar ditahan di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur untuk menjalani sisa pidananya beserta tambahan sanksi sesuai ketentuan.

Namun kabar terakhir yang didapat, setelah adanya peristiwa aksi provokasi massa tersebut, Bahar bin Smith kini telah dipindahkan ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sumber Berita / Artikel Asli : TribunWow

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here