Insiden Jenazah 3 ABK Indonesia, Fadli Zon ke Jokowi: Ini Pelanggaran HAM dan Penghinaan, Kita Bukan Budak China!

430
Fadli Zon

JAKARTA – Insiden pembuangan jenazah 3 anak buah kapal (ABK) Indonesia dari atas kapal China memantik reaksi keras dari tanah air.

Terlebih, dalam pemberitaan yang viral di Korea Selatan, disebutkan bahwa para ABK Indonesia itu diperlakukan tak manusiawi.

Karena itu, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengaku geram dengan insiden tersebut.

Fadli Zon mendesak Pemerintah Jokowi dan jajarannya turun tangan serta mengusut tuntas dugaan pembuangan jenazah ABK dimaksud.

Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (7/5/2020).

“Ini harus diusut dan diinvestigasi. Kalau benar berita MBC maka negara harus menuntut pihak China,” cuitnya.

Anak buah Prabowo Subianto ini juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat.

Fadli lantas menyinggung adanya dugaan praktik perbudakan dan penghinaan terhadap rakyat Indonesia.

“Selain praktik perbudakan, apa yang dilakukan terhadap ABK Indonesia jelas pelanggaran HAM dan penghinaan terhadap rakyat Indonesia,” tekan dia.

 

Untuk itu, ia kembali menegaskan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat yang merdeka.

Pernyataan itupun ia tag ke akun Twitter Presiden Jokowi dan Kementerian Luar Negeri RI.

“Kita bukan budak China! @Menlu_RI @KemnakerRI @jokowi,” twit Fadli.

Sebelumnya, media Korea Selatan MBC News memublikasikan sebuah video jenazah anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal nelayan China dibuang ke laut saat kapal bersandar di Busan, Korea Selatan.

Dalam kalimat pembukanya, pembaca berita mengatakan apa yang akan ditayangkan adalah kematian menyedihkan dan pelanggaran HAM pelaut Indonesia di kapal nelayan China.

Laporan MBC News ini atas permintaan kru kapal kepada pemerintah Korea Selatan dan MBC News agar yang meminta bantuan saat kapal memasuki pelabuhan Busan.

Transkrip dan terjemahan siaran MBC News terkait masalah ini dilansir dari situs web Forum Defence Pakistan, Kamis (7/5).

Awak kapal juga menyertakan sejumlah foto dan bukti agar dilakukan penyelidikan atas kasus ini.

“Tampaknya diperlukan koordinasi investigasi internasional,” kata pembaca berita tersebut, Go Eun Sang.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here