Luhut: Presiden Jernih Melihat, Kalau Lockdown Ekonomi Mati!

356
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan perihal keputusan pemerintah yang menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) untuk memerangi pandemi Covid-19.

Dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia (RRI) yang disiarkan di Youtube, Sabtu (2/5/2020) malam, Luhut mengungkapkan alasan penyelamatan ekonomi juga menjadi pertimbangan pemerintah.

Sejumlah negara yang menerapkan karantina wilayah seperti India, tutur Luhut, juga berakhir dengan kekacauan. Pasalnya, ribuan buruh di Negeri Bollywood itu justru kehilangan pekerjaan dan pulang ke kampung halaman secara bersamaan.

Kondisi itu tentu tak diinginkan terjadi di tanah air. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menempuh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menggalakkan rapid test Covid-19 seperti di Korea Selatan, dan memberikan sejumlah stimulus bagi dunia UMKM dan debitur terdampak pandemi Covid-19.

“Presiden itu jernih melihat, sehingga beliau mengatakan ndaklah [lockdown], kalau kita lockdown ekonomi mati, harus mencari keseimbangan. Ini keputusan terbaik buat kita. India mengakui lockdown bukan keputusan yang bagus, AS juga mengalami, setiap negara mendesain apa yang cocok buat dia,” katanya.

Namun demikian, pemerintah juga tetap memastikan penguatan jaring pengaman sosial (JPS) dengan mengalokasikan dana Rp 110 triliun untuk masyarakat bawah yang terdampak pandemi Covid-19. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Presiden tidak grasa-grusu. Semua tertata dengan baik dan memastikan semua bahwa bantuan sosial itu sudah sampai ke masyarakat. Kalau sudah sampai baru tindakan-tindakan ketat dilakukan,” ujar Luhut.

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)Foto: Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)

Sebelumnya, Presiden menyebut tidak ada negara yang berhasil menerapkan lockdown dalam menangani pandemi Covid-19. Hal itu ia sampaikan dalam program Mata Najwa beberapa waktu lalu saat ditanya soal alasan Indonesia tak melakukan karantina wilayah.

“Bukan karena masalah bujet, kita kan juga belajar dari negara-negara lain. Apakah lockdown itu berhasil menyelesaikan masalah, kan tidak,” ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4/2020) malam.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here