Penanganan Covid-19 Jokowi Pakai Jurus Pedagang, Mindsetnya Ambil Untung dalam Ancaman

398

 JAKARTA – Kebijakan Pemerintahan Jokowi atas penanganan dan penanggulangan virus corona atau corona atau Covid-19 di Indonesia keliru sejak awal.

Jurus atau stragegi yang dipakai Presiden Jokowi sebelumnya mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia seperti jurus pedagang yang tidak memiliki perencanaan yang matang.

Demikian dituturkan Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun kepada RMOL, Jumat (10/4/2020).

Strategi Jokowi yang dimaksud saat awal hadapi Covid-19 adalah dengan memberikan diskon tiket pesawat.

Juga membebaskan pajak hotel dan restoran, mengumumkan membiayai influencer Rp72 milyar untuk ajak orang asing berkunjung ke Indonesia.

“Itu seperti jurus atau strategi pedagang yang tidak punya perencanaan yang matang, mindsetnya ambil keuntungan dalam situasi ancaman,” tuturnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa startegi itu adalah sebuah kekeliruan yang besar.

“Itu keliru besar, sama dengan mengabaikan keselamatan warga negara,” lanjut Ubedilah Badrun.

Kebijakan yang diambil Presiden Jokowi tersebut, kata Ubedilah, merupakan kebijakan yang seolah-olah menjanjikan namun tidak menggunakan data riset.

“Strategi seperti itu juga menandakan strategi yang tidak base one research,” ujarnya.

Bahkan, ia menyatakan bahwa Pemerintahan Jokowi berorientasi pada keuntungan.

“Ini rezim sepertinya tidak mendengarkan data riset saat ambil keputusan penting tetapi mengikuti logika keuntungan semata-mata,” tegasnya.

Akibatnya, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan Presiden Jokowi dan para menterinya kelabakan saat mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia yang ternyata sudah menyebar.

“Itu semua berakibat strateginya menjadi keliru. Koordinasi buruk, komunikasi publik buruk,” katanya.

Karena itu, pada akhirnya rakyat lah yang paling dirugikan atas strategi dimaksud.

“Tentu yang paling dirugikan adalah rakyat banyak. Kekeliruan Jokowi dan jajarannya ini patut dimintai pertanggungjawabannya,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang tercatat hari ini, jumlah kasus positif Covid-19 kembali bertambah sebanyak 219 orang.

Sehingga, total kasus yang susah dirawat adalah sebanyak 3.512 kasus.

Disamping itu, ada pula tambahan 30 kasus sembuh, sehingga totalnya menjadi 282 kasus.

Kemudian, untuk kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak26 kasus, sehingga totalnya menjadi 306 kasus.

Kamis kemarin, kasus positif bertambah 337 kasus, dan hari sebelumnya Rabu bertambah sebanyak 218 kasus.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here