Berkat Lockdown, Pemandangan Pegunungan Himalaya Kembali Terlihat Setelah 30 Tahun

468
Pemandangan Pegunungan Himalaya

Banyak momen “langka” tiba-tiba terjadi di tengah pandemi Virus Corona atau COVID-19 yang memaksa penduduk dunia untuk melakukan berbagai aktifitas di rumah saja.

Setelah dua panda yang hampir punah asal Tiongkok akhirnya bereproduksi, kini giliran penduduk India yang akhirnya bisa menikmati pemandagan Pegunungan Himalaya setelah 30 tahun tidak terlihat.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari SBS Hindi berdasarkan laporan terbaru, setelah Pemerintah India memutuskan untuk memberlakukan kebijakan lockdown bagi negaranya, penduduk bisa menikmati pemandangan Pegunungan Himalaya bahkan dari jarak 200 km.

Pemandangan yang baru bisa dinikmati lagi untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terkhir itu terwujud lantaran kebijakan lockdown membuat penurunan polusi udara ke tingkat terendah, sehingga pegunungan Himalaya bisa terlihat dari distrik Punjab, India.

Potret pemandangan Pegunungan Himalaya ini kemudian viral di media sosial, netizen bergiliran mengucap rasa kagum, dan mengaku terkejut lantaran momen yang hanya terjadi puluhan tahun yang lalu ini bisa dinikmati di tahun 2020.

“Kita bisa melihat gunung yang tertutup salju dengan jelas dari atap rumah kita. Bukan hanya itu, bintang juga terlihat di malam hari. Saya belum pernah melihat yang seperti ini belakangan ini,” kata Sant Balbir Shingh Seechewal, seorang pekerja di bidang Peningkatan Kesadaran akan Pencemaran Lingkungan India.

Sejak diberlakukan lockdown, Dewan Polusi Pusat India melaporkan ada peningkatan kualitas udara yang signifikan belakangan ini.

Mereka juga mengatakan baha polusi di India yang memiliki 1,4 miliar penduduk tiba-tiba menurun ke tingkat terendah setelah pemerintah memberlakukan kebijakan lockdown pada 22 Maret 2020.

India Today juga melaporkan bahwa dari Data Intelegensi Unit (DIU) mencatat peningkatan kualitas udara hingga 33 persen pada 16-27 Maret 2020.

Data menunjukkan bahwa rata-rata, kota di India memiliki AQI 115 pada 16 dan 24 Maret. Kemudian, kualitas udara mulai menunjukkan peningkatan dari hari pertama lockdown yakni pada 21 Maret.

Hasilnya, rata-rata AQI turun menjadi 75 dalam tiga hari pasca lockdown.

“Bukan hanya lalu lintas normal yang pergi dari jalan, tetapi sebagian besar industri juga ditutup. Ini telah membantu membawa tingkat polusi ke tingkat yang luar biasa rendah,” ujar Seechewal.

Sejauh ini, lockdown di India terbukti membantu menjaga penyebaran virus corona atau COVID-19.

Kementerian Kesehatan India melaporkan kasus terbaru virus corona di negara mereka pada angka 4.000-an, dengan jumlah pasien meninggal ada di angka 100 lebih.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here