BREAKING NEWS – Pelatih Timnas U19 Indonesia Positif Corona Tanpa Mengalami Gejala

649
Gong Oh Kyun (dari kanan nomor dua) bersama jajaran pelatih timnas Indonesia dari Korea Selatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020).

Gong Oh-Kyun selaku pelatih Timnas Indonesia U19 telah dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Kepastian Gong Oh Kyun terkena virus corona disampaikan secara langsung oleh PSSI melalui situs resminya, Sabtu (4/4/2020).

Gong Oh Kyun dinyatakan positif terkena virus corona setelah melakukan dua kali rapid test di salah satu rumah sakit di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Tercatat ada lima orang yang berada dalam jajaran pelatih Timnas Indonesia yang melakukan rapid test pada waktu bersamaan termasuk Shin-Tae Yong.

Beruntung, keempat orang lainnya dinyatakan negatif hasil rapid tesnya.

Keempat orang tersebut antara lain Shin Tae-yong, Kim Hae Woon, Kim Woo Jae, dan Lee Jae Hong.

Shin Tae-yong bersama tiga rekannya yang dinyatakan negatif tersebut juga telah pulang ke Korea Selatan, Jumat (3/4/2020) malam.

Sementara, Gong Oh Kyun akan menjalani tes PCR, SWAB, CT Scan Thorax, cek fungsi hati dan elektrolit dalam waktu dekat.

Hal itu diungkapkan oleh Syarif Alwi selaku Dokter Timnas Indonesia.

“Coach Gong akan melakukan isolasi di sebuah rumah sakit di Jakarta, ia tidak mengalami gejala-gejala seperti demam, batuk, flu, atau kesulitan bernafas,” ungkap Syarif Alwi, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

Sang dokter menyampaikan kondisi Gong Oh Kyun dalam keadaan baik-baik saja apalagi ia memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

“Dia hanya carrier atau pembawa virus di tubuhnya yang dikhawatirkan bisa menularkan pada seseorang yang memiliki imun tubuh lemah,” tambahnya.

Sementara itu, Mochamad Iriawan mengungkapkan rasa simpatinya kepada Goh Oh Kyun yang baru saja divonis terkena virus corona.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut berharap sang pelatih Garuda Muda tersebut agar segera pulih.

“Kami mendoakan agar coach Gong Oh Kyun cepat pulih dan dapat beraktivitas secara normal lagi nantinya,” ujar Mochamad Iriawan.

View this post on Instagram

Di sela-sela pertandingan antara Persiba melawan Kalteng Putra yang juga menjadi tanda dimulainya Liga 2 2020, Menpora menggelar rapat khusus di Stadion Batakan bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, serta Wakil Ketua Umum PSSI yang juga Dirut LIB Cucu Somantri. Pada pertemuan ini diputuskan, pertandingan Liga 1 dan Liga 2 pada Minggu 15 Maret 2020 merupakan yang terakhir kali sebelum aktivitas sepak bola di Indonesia dihentikan sementara terkait maraknya persebaran Virus Corona. “Kita tentukan minimal dua pekan kompetisi berhenti, baik Liga 1 maupun Liga 2, sembari menanti perkembangan terkini atas persebaran Virus Corona,” ungkap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. _____________ On the sidelines of the match between Persiba against Kalteng Putra, Minister of Youth and Sports held a special meeting in Batakan Stadium with Chairman of PSSI, Mochamad Iriawan, and also Deputy Chairman of PSSI who also Director of LIB, Cucu Somantri. In this meeting it was decided, matches of Liga 1 and Liga 2 on Sunday, 15 March 2020 was the last time before football activities in Indonesia were suspended due to the Corona Virus. "We determine at least two weeks to suspend the competitions, both Liga 1 and Liga 2, while waiting for the latest information on the spread of Corona Virus," said Chairman of PSSI, Mochamad Iriawan. #PSSINow

A post shared by PSSI (@officialpssi) on

 

Mochamad Iriawan juga yakin bahwa Gong Oh Kyun bisa kuat menghadapi situasi tersebut.

Tak lupa, PSSI juga telah memberitahukan kabar positifnya Goh Oh Kyun terkena virus corona kepada Kedutaan Besar Korea Selatan yang berada di Indonesia.

“Saya yakin ia kuat dan tetap dalam motivasi yang tinggi untuk melawan virus Corona,” lanjut Iwan Bule.

“Kami juga telah memberitahukan hal ini kepada pihak Kedutaan besar Korea Selatan di Indonesia,” katanya.

Menyikapi kondisi tersebut, Iwan Bule juga menegaskan PSSI telah melakukan tindakan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh PSSI antara lain menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh karyawan agar bekerja dari rumah.

Selain itu, ada langkah pencegahan lainnya misalnya melakukan penyemprotan disinfektan di kantor PSSI.

PSSI juga sudah meminta pelatih, pemain dan karyawan untuk self monitoring sambil menerapkan kebijakan social and physical distancing.

Selain itu, sesuai dengan protokol kewaspadaan pencegahan corona bagi kegiatan keolahragaan yang dikeluarkan oleh Kemenpora pada tanggal 17 Maret lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : .tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here