Prihatin Jenazah Korban Corona Ditolak Warga, Ulama ini Tawarkan Tanahnya

409

Khayatul Makky, pengasuh Pondok Pesantren Tanbighul Ghofilin Alif Baa, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah menawarkan tanahnya dipakai untuk menguburkan jenazah korban virus corona (Covid-19).

Pria yang dikenal dengan nama Gus Khayat ini merasa prihatin dengan terjadinya penolakan jenazah korban corona di Banyumas.

Hal ini disampaikannya melalui video yang beredar di media sosial yang diunggah oleh akun Twitter @andrikomplong, Rabu (1/4/2020).

Dalam video berdurasi 1.35 menit itu, Gus Khayat berkata, “Peristiwa yang terjadi di Purwokerto, Banyumas, atas wafatnya saudara kita, saya sangat prihatin sekali dengan kejadian penolakan yang seperti itu”.

Ulama di Banjarnegara ini percaya bahwa virus corona memang sangat berbahaya. Namun ia menyesalkan sikap orang-orang terhadap jenazah korban penyakit tersebut.

“Yang namanya mempulasarakan jenazah itu adalah fardu kifayah, kewajiban bagi umat Islam. Maka bagi siapapun yang merasa beragama Islam mohon agar tidak memperlakukan jenazah seperti itu,” ucapnya.

Gus Khayat menawarkan tanahnya untuk penguburan jenazah korban virus corona (twitter/andrikomplong)
Gus Khayat menawarkan tanahnya untuk penguburan jenazah korban virus corona (twitter/andrikomplong)

Ia kemudian mengizinkan orang-orang memakai tanah miliknya untuk menguburkan jenazah pasien Covid-19.

“Saya, Khayatul Maki dari pengasuh Pondok Pesantren Alif Baa, siap apabila ada yang menolak jenazah yang kena virus corona saya punya tanah yang sangat luas, puluhan hektar, silahkan dimakamkan di tempat kami,” katanya.

Ia menambahkan, “Benar saya sungguh prihatin, istigfar, semua yang menolak”.

Jasad Pasien Corona di Banyumas Ditolak Warga

Pasien positif corona di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah mengalami penolakan ketika hendak dimakamkan. Warga berspekulasi jika Virus Corona masih bisa menular ketika jenazah sudah dimakamkan.

Dari informasi yang dihimpun Suara.com, jenazah pasien positif Corona tersebut mendapat penolakan pemakaman di sejumlah tempat. Yakni di Pemakaman Umum Kebondalem, kemudian di Pemakaman Umum Kawasan Teluk Purwokerto Selatan serta di Kompleks Bong China Desa Kedungwringin Kecamatan Patikraja.

Jenazah pasien positif tersebut diketahui merupakan warga Purwokerto Timur yang sebelumnya meninggal pada Selasa (31/3/2020) di RSMS Margono.

Bupati Banyumas Achmad Husein sempat mengamuk di hadapan warga Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas yang menghadang ambulans.

Aksi penolakan warga tersebut membuat Achmad Husein meradang. Kemarahan Achmad Husein tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial.

Sumber Berita / Artikel Asli : Suara

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here