Kru Emirates Berikan Salam Perpisahan Emosional untuk Penerbangan Terakhir

392

Kru Emirates di seluruh dunia telah mengucapkan sampai jumpa pada penerbangan terakhir yang beroperasi kembali ke Dubai.

Penerbangan EK 005 ke London Heathrow, yang berangkat pada pukul 16.05 pada 24 Maret 2020 adalah penerbangan terakhir untuk lepas landas dari Dubai.

Sementara itu, penerbanagn EK 262 dari Sao Paulo, yang mendarat pada pukul 22.35 (waktu setempat) adalah penerbangan terakhir yang tiba di Dubai pada 25 Maret 2020.

Seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020), tim bandara Emirates dari 39 bandara termasuk Indonesia dengan setia memberikan salam perpisahan pada penerbangan terakhir sebelum diberlakukannya penangguhan penerbangan.

Pada 24 Maret 2020, kru Emirates di Indonesia memberikan salam terakhir pada penerbangan dari Jakarta (EK 359) dan dari Denpasar, Bali (EK 451 dan EK 399).

Selama beberapa minggu ke depan tim operasional Emirates akan fokus pada persiapan untuk dimulainya kembali layanan penerbangan.

Sesuai arahan pemerintah Uni Emirat ARab untuk melindungi masyarakat terhadap penyebaran Covid-19, Emirates menangguhkan semua penerbangan penumpang untuk sementara mulai 25 Maret 2020.

Emirates akan melanjutkan layanan penumpang segera setelah dimungkinkan untuk melakukannya.

Penerbangan Emirates terakhir dari Denpasar, BaliDok. Emirates Penerbangan Emirates terakhir dari Denpasar, Bali

Sementara itu, Emirates tetap akan mengoperasikan armada Boeing 777, memperkuat hubungan kargo udara internasional untuk mengangkut barang-barang penting, termasuk pasokan medis dan makanan, ke seluruh dunia.

“Dunia sudah masuk ke dalam masa karantina karena wabah COVID-19. Hal ini merupakan situasi krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam jangkauan dan skalanya: baik dari sisi geografis, kesehatan, sosial maupun ekonomi,” ungkap Chairman and Chief Executive of Emirates Group HH Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, seperti dikutip dari siaran pers.

Sampai dengan Januari 2020, lanjutnya, Emirates Group dapat mencapai target finansial tahunan.

“Namun, COVID-19 memberikan dampak secara tiba-tiba dan signifikan selama 6 minggu belakangan ini,” tambahnya.

Ia menuturkan bahwa Emirates Group memiliki neraca keuangan yang kuat dan likuiditas kas yang besar.

“Kami dapat, dan akan, bertahan melewati masa pengurangan jadwal penerbangan yang lebih panjang dengan tindakan yang sesuai dan tepat, agar siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan secara normal,” lanjutnya.

Penerbangan Emirates terakhir dari JakartaDok. Emirates Penerbangan Emirates terakhir dari Jakarta

Tindakan pengurangan biaya

Emirates Group telah menjalankan beberapa tindakan untuk membatasi biaya, dengan melihat prediksi terhadap permintaan perjalanan yang akan tetap lemah di seluruh pasar dalam beberapa waktu ke depan, hal-hal ini termasuk:

  • Menunda atau membatalkan pengeluaran yang tidak wajib
  • Penghentian semua pekerjaan rekrutmen dan konsultasi yang tidak krusial
  • Bekerja sama dengan suppliers untuk berhemat dan melakukan efisiensi biaya
  • Menganjurkan karyawan untuk mengambil cuti berbayar atau tidak dibayar karena berkurangnya frekuensi penerbangan
  • Pengurangan gaji pokok sementara untuk sebagian besar karyawan Emirates Group selama tiga bulan, mulai dari 25 persen hingga 50 persen. Tunjangan lainnya akan tetap dibayar selama waktu ini. Karyawan level junior akan dibebaskan dari pengurangan gaji pokok ini.
  • Presiden Emirates dan dnata – Sir Tim Clark dan Gary Chapman – akan menerima 100 persen potongan gaji pokok selama tiga bulan

“Daripada meminta karyawan untuk meninggalkan perusahaan, kami memilih untuk menjalankan pemotongan gaji pokok sementara karena kami ingin melindungi mereka dan mempertahankan karyawan yang bertalenta sebaik mungkin,” tutur Sheikh Ahmed.

Ia menuturkan bahwa pihaknya ingin menghindari memberhentikan karyawan.

“Ketika permintaan naik kembali, kami juga ingin dapat segera menjalankan layanan kembali dan melanjutkan layanan kami kepada pelanggan,” tambahnya.

Awak kabin EmiratesKompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Awak kabin Emirates

Menjaga pelanggan, karyawan, dan komunitas

Emirates Group terus memantau situasi dan tetap berhubungan dengan otoritas terkait, sehingga dapat menjalankan pedoman terbaru untuk menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan dan karyawan.

Emirates sangat tidak menganjurkan para karyawan untuk melakukan perjalanan yang tidak penting.

Oleh karena itu, Emirates menjalankan kebijakan bekerja di rumah untuk semua karyawan jika memungkinkan, melakukan pembersihan dan protokol disinfeksi tingkat tinggi di setiap fasilitas, melakukan pemeriksaan suhu di titik pintu masuk utama kantor, dan meluncurkan kampanye edukasi internal mengenai kebersihan tangan dan kesehatan untuk mengurangi risiko Covid-19.

Beberapa minggu belakangan ini, perusahaan juga menerapkan pembersihan dan disinfeksi tingkat tinggi di seluruh pesawat dari Dubai sebagai tindakan pencegahan. Emirates juga berkerja sama dengan pihak bandara untuk menerapkan pemeriksaan seperti yang diwajibkan oleh otoritas lokal.

Karyawan yang berada di garis depan seperti awak kabin dan tim bandara juga telah disediakan bantuan agar tetap aman selama bertugas, termasuk menyediakan sanitasi tangan dan masker saat dibutuhkan.

Emirates Group mendukung sepenuhnya semua inisiatif untuk menjaga kesehatan komunitas di semua wilayah operasional Emirates, termasuk arahan UEA terhadap Covid-19.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kompas

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here