Asabri Bantah Rugi Seperti Jiwasraya

340
Laman depan web ASABRI

Manajemen PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri buka suara terkait isu yang berkembang beberapa hari ini. Perusahaan pelat merah ini membantah anggapan yang beredar bahwa memiliki kerugian yang sama seperti PT Jiwasraya.

Dalam keterangan resmi manajemen, dijelaskan bahwa hingga saat ini operasional berjalan normal dan baik.

“Kegiatan operasional Asabri terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan normal dan baik. Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya,” tulis manajemen dikutip dari keterangan resmi, Senin 13 Januari 2020

Lebih lanjut, Asabri juga menjelaskan, sehubungan dengan kondisi di pasar modal Indonesia. Isu yang ramai dihembuskan belakangan ini adalah terkait ‘saham gorengan’.

Diakui memang ada beberapa penurunan nilai investasi Asabri di beberapa saham yang sifatnya sementara. Namun demikian, manajemen Asabri mengaku memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut.

“Dalam melakukan penempatan investasi, Asabri senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan yang dihadapi,” tulis manajemen.

Asabri juga menegaskan, selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance atau GCG dan patuh terhadap undang-undang yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya.

“Manajemen Asabri terus berupaya dan bekerja keras semaksimal mungkin dalam rangka memberikan kinerja terbaik kepada seluruh peserta Asabri dan stakeholders.”.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkap skandal yang ia sebut jumlah penyalahgunaannya lebih fantastis dibanding kasus Jiwasraya. Skandal tersebut melibatkan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp10 triliun itu,” kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020.

Ia menjelaskan asuransi Asabri memang lebih banyak dipakai pensiunan polisi dan tentara yang pangkatnya kecil. Akibatnya, mereka tak bisa punya rumah karena pensiunannya tak juga keluar.

Mahfud pun mengaku akan segera memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menanyakan duduk masalahnya. Jika memang ada masalah hukum, Mahfud mengatakan akan menggiring kasus ini ke pengadilan. viva

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here