Adrian Napitupulu Ngaku Ditawari Jadi Menteri tapi Dia Tolak: Menurut Gue Itu Lebih Penting buat Gue

363

 JAKARTA – Politisi PDIP Adrian Napitupulu mengaku dirinya mendapatkan tawaran menjadi menteri Jokowi untuk lima tahun mendatang.

Akan tetapi, tawaran duduk di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II itu ditolaknya dengan tegas.

“Betul (menolak jadi menteri),” ucap Adian usai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2019).

Adrian lantas menyatakan, dirinya memiliki alasan kuat menolak tawaran yang tak didapatkan sembarang orang itu.

“Karena gue tidak merasa punya talenta di situ (jadi menteri). Kalau enggak mampu ya enggak mampu aja, ngapain maksain diri,” tegasnya.

Adrian juga tak membantah bahwa dirinya berkali-kali dipanggil Jokowi ke Istana Negara terkait hal dimaksud.

Akan tetapi, dirinya sama sekali tak mengetahui kementerian apa yang disodorkan kepadanya.

“Hidup itu nggak sekadar meraih jabatan dan harta, ada yang lebih tinggi dan harta daripada itu. Menurut gue itu lebih penting buat gue,” imbuhnya.

Mantan aktivis 98 itu menuturkan, dalam pertemuan di Istana Negara itu, Jokowi juga didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.

“Respons presiden hanya menatap tajam saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, usai pelantikan, Jokowi memastikan akan mengumumkan susunan kabinetnya besok, Senin (21/10/2019) pagi.

Ia menyatakan, dirinya akan memanggil satu per satu orang-orang yang bakal duduk di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II mendatang.

Dipastikan, sebagian nama-nama lama akan tetap dipertahankan. Akan tetapi, ia juga menyatakan bakal ada lebih banyak wajah-wajah baru.

Kepada wartawan, mantan Walikota Solo itu mengungkap sudah merampungkan susunan menteri.

Dirinya menyatakan, bakal ada 16 menteri dari kalangan partai politik. Sedangkan sisanya berasal dari kalangan profesional.

“Ya kurang lebih (16 orang),” ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10).

Kendati demikian, suami Iriana itu masih menututp rapat siapa saja nama-nama yang akan duduk menjadi pembantunya.

Termasuk ketika ditanya soal berapa jumlah menteri partai oposisi yang kemungkinan bergabung, seperti Gerindra, Demokrat dan PAN.

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here