Sherly Annavita: Jokowi Lebih Baik Memikirkan Bunga Utang Luar Negeri Yang Terus Naik

546
Presiden Jokowi kembali membuat peryataan resmi terkait kerusuhan di Abepura dan Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019) malam

Keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan Ibukota Negara dinilai sebagai sikap politik yang kurang hati-hati dan terkesan grusa grusu. Jokowi diminta menunda keputusan itu hinga kondisi keuangan negara relatif stabil.

Sherly Annavita menyatakan, wacana pemindahan ibukota merupakan langkah politik yang sah. Presiden sebelumnya juga ada yang melontarkan usulan itu.

Meski demikian, Sherly keberatan dengan pemindahan Ibukota ke Kalimantan Timur karena kondisi ekonomi Indonesia sedang dilanda hutang dan potensi krisis.

“Apakah memindahkan Ibukota dengan estimasi biaya sangat besar yaitu Rp 466 triliun itu adalah hal paling penting untuk dieksekusi sekarang?” kritik Shrely dalam unggahan di akun media sosialnya, Kamis (29/8).

Lebih lanjut Sherly menjelaskan, kini setiap tahun Indonesia memiliki tanggungan bunga utang sebesar Rp 275 triliun. Jokowi, kata Sherly, lebih baik berpikir tentang bagaimana segera melunasi utang negara daripada memindahkan ibukota.

“Tahun 2013 lalu kita membayar bunga utang sebesar Rp 113,24 triliun. Sekarang sudah jadi sebesar Rp 275 triliun setahun, dan sudah pasti bunga itu akan naik lagi,” urainya. rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here