Soal Cat Pesawat, Fadli Zon Sebut Pemerintah Kurang Empati pada Masyarakat: Pengamburan Uang Negara

190
Fadli zon

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon menyebut pemerintah tidak bijak dalam pengelolaan keuangan negara di masa pandemi Covid-19.

Menurut Fadli, saat ini situasi negara tengah dilanda masa suram, memilih langkah mengecat ulang pesawat kepresidenan dinilai tidak penting, apalagi konon biaya pengecatan pesawat terbilang sampai miliaran rupiah.

Tak hanya itu, Fadli juga mengatakan bahwa langkah pemerintah menunjukkan rasa kurang memiliki empati kepada rakyat.

“Menurut saya menunjukkan perasaan yang tak sensitif dan kurang empati gitu, ya. Di tengah banyak persoalan lain yang prioritas kenapa harus mengecat pesawat kepresidenan, ya. Karena menurut saya jelas melakukan penghamburan uang,” ucap Fadli dikutip terkini.id dari Kumparan via Hops id, Selasa, 3 Agustus 2021.

Ia pun menyebutkan bahwa pemerintah melakukan pemborosan uang dengan tujuan yang kurang jelas.

“Tidak ada empati dan penghamburan uang negara dan tujuannya juga tak jelas,” ungkap Fadli.

Ia pun menjelaskan, apabila memang rencana pengecatan pesawat kepresidenan sudah dianggarkan sejak tahun 2019 sebelum pandemi, maka lebih bijak jika anggarannya direlokasikan untuk penanganan pandemi.

“Kalau misalnya dilihat tidak ada urgensinya dan ada prioritas yang lain tengah kita juga lagi masih banyak utang. Itu, kan, bisa diberikan untuk kegiatan-kegiatan terutama dalam menghadapi pandemi ini,” pungkasnya.

“Bagi nakes kah, bagi warga yang terdampak kah, atau yang semacam itu. Jadi, kan, harusnya anggaran ini diprioritaskan. Waktu itu pemerintah sendiri yang menyebutnya refocusing. Harusnya refocusing itu terkait dengan hal itu,” imbuhnya.

Fadli pun menyarankan bahwa bila saja anggaran pengecatan pesawat tersebut direlokasikan untuk tujuan kesehatan, misalnya pengadaan ambulans, tentu akan lebih bijak lagi.

“Pengadaan ambulans. Coba bayangkan misalnya kalau Rp 2,4 miliar. Sudah dijadikan ambulans sudah berapa ambulans itu? Atau berikan pada nakes, beri insentif, dan ini seperti puncak gunung es pengalokasinya anggaran yang tidak ada sense of crisis,” tuturnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here