Sentil Jokowi hingga buzzer, HP Ketua BEM UI diretas jadi begini, mainan intelijen?

247
Ilustrasi HP Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra diretas. Foto: Tangkapan Layar YouTube KompasTV, imandiri

Badan Esekutif Mahasiawa Universitas Indonesia (BEM UI) jadi sorotan publik usai mengkritisi pemerintah, Presiden Jokowi, hingga buzzer media sosial. Kini dikabarkan, handphone (HP) milik Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra diretas.

Melalui kicauan di media sosial pribadinya, Leon Alvinda mengungkapkan bahwa WhatsApp (WA) miliknya diretas oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Saat ini WhatsApp saya tidak bisa dibuka karena sedang diretas,” kata Leon dalam keterangan tertulis, dikutip Hops pada Senin, 28 Juni 2021.

Kemudian dia mengimbau kepada sejumlah pihak yang menyimpan nomor HP-nya bahwa apabila ada pesan, itu bukanlah berasal darinya.

“Jika ada pesan dari HP maka bukan saya yang mengirim,” tegasnya.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra. Foto: Twitter
Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra. Foto: Twitter | Sentil Jokowi hingga buzzer, HP Ketua BEM UI diretas

Terlihat dalam tangkapan layar yang dibagikan oleh Leon, sebuah informasi yang mengatakan bahwa nomor WhatsApp miliknya tidak lagi terdaftar.

Kemudian, dijelaskan pula, ada kemungkinan nomornya tidak bisa digunakan lantaran ada pihak lain yang mendaftarkan nomor tersebut.

“Nomor telepon anda tidak lagi terdaftar di WhatsApp pada telepon ini. Mungkin karena anda telah mendaftarkannya pada telepon yang lain. Jika anda tidak melakukan ini, verfikasi nomor telepon anda untuk masuk kembali ke akun anda,” bunyi keterangan dalam tangkapan layar tersebut.

Kendati demikian tak selang berapa lama, Leon mengabarkan bahwa kini nomor WhatsAppnya sudah bisa digunakan kembali usai mengupayakan berbagai cara.

“Alhamdulillah saya sudah bisa masuk lagi,” imbuh Leon.

Hingga tulisan ini dimuat tak diketahui lebih lanjut pihak mana yang bertanggungjawab atas peretasan tersebut. Namun sejumlah kabar meruak, bahwa nomor HP milik sejumlah anggota BEM UI juga ikut diretas. Bahkan akun Instagram BEM UI juga terjadi upaya peretasan.

Leon si Ketua BEM UI bukan orang sembarangan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) belakangan menggemparkan publik lantaran menjuluki Presiden Jokowi sebagai raja pembohong alias ‘King of Lip Service’.

Melalui kicauan yang dibuat akun Twitter milik BEM UI, pihaknya memparkan bahwa Jokowi selaku kepala pemerintah kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras.

Cuitan selanjutnya menuliskan “Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk lip service semata”. Artinya, sejumlah pernyataan yang dilontarkan oleh Jokowi dianggap sebagai kiasan belaka.

Ibarat kata pepatah ‘lain di mulut, lain di hati’, dalam cuitannya, BEM UI juga mengungkapkan sejumlah pernyataan Jokowi yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya.

Bersamaan dengan meruaknya pernyataan dari BEM UI tersebut, publik banyak yang penasaran dengan sosok Ketua BEM UI lantaran berani dan vokal dalam mengkritik pemerintah.

Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dan Presiden Jokowi. Foto: Twitter, Setkab
Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dan Presiden Jokowi. Foto: Twitter, Setkab

Usut punya usut, menghimpun dari berbagai sumber, BEM UI diketuai oleh Leon Alvinda Putra. Lantas, siapakah dia?

Mengutip tangkapan layar dari sebuah kicauan yang diunggah oleh pengamat komunikasi politik sekaligus akademisi UI Ade Armando, ternyata Ketua BEM UI bukanlah sosok yang sembarangan.

Dijelaskan dalam sebuah cuitan milik akun @dzulfian, Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra merupakan mahasiswa dengan predikat cum laude dengan IPK di atas 3,5.https://go.rcvlink.com/static/iframe.htm

Selain itu, Leon merupakan pengajar pembantu dosen di UI alias asisten dosen (asdos).

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di organisasi BEM UI, Leon disebut kerap jadi ketua di sejumlah organisasi lainnya.

Lebih mengejutkannya lagi, Leon dikabarkan merupakan tetangga dari Presiden Jokowi yang tinggal di Solo.

Menanggapi hal tersebut, Ade Armando dalam kicauannya menyindir soal istilah cum laude. Dia pun memaparkan bahwa Leon merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi di UI.

Oh, jadi di Fakultas Ekonomi UI IPK mahasiswa di atas 3,5 itu berarti hamdallah cuma laude? Baru tahu. . . Di FISIP UI, kami tidak mengenal istilah ‘hamdallah cuma laude’ bagi mahasiswa,” cuit Ade Armando, dikutip Hops pada Senin, 28 Juni 2021.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here