Kecam Pemanggilan BEM UI oleh Rektorat, Fadli Zon: Sungguh Memalukan

188
Fadli Zon

Sikap Rektorat Universitas Indonesia (UI) tampaknya mendapat kecaman dari sejumlah alumni.

Pasalnya, pengurus BEM UI dipanggil pihak rektorat sebagai buntut dari unggahan ‘Jokowi: The King of Lip Service’.

Para mahasiswa yang dipanggil tersebut dinilai bertanggung jawab terkait unggahan di akun media sosial resmi BEM UI yang mengkritik Presiden Jokowi.

Salah satu kecaman datang dari anggota DPR, Fadli Zon yang juga merupakan alumni kampus beralmamater kuning tersebut.

Sebab menurut Fadli Zon, sikap yang ditunjukkan rektorat cenderung membungkam kebebasan berekspresi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Hal itu disampaikan Fadli Zon melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Minggu 27 Juni 2021 malam.

Sebagai alumni UI, saya mengecam sikap Rektorat @univ_indonesia yang cenderung membungkam kebebasan berekspresi @BEMUI_Official,” kicau Fadli Zon, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @fadlizon, Senin 28 Juni 2021.

Menurut Fadli Zon, UI seharusnya masuk ke substansi dan argumentasi terkait kritikan yang disampaikan oleh BEM-nya.

UI harusnya mengkaji dan mendalami apa yang disampaikan BEM UI secara akademik. Coba masuk ke substansi dan argumentasi,” kicau Fadli Zon.

Dia pun menilai pemanggilan para mahasiswa pengurus BEM UI tersebut merupakan hal yang ‘memalukan’.

Sungguh memalukan pakai ‘panggilan’ segala,” kicau Fadli Zon.

Sebelumnya, Politikus Fahri Hamzah yang juga alumni UI juga menyinggung pemanggilan mahasiswa oleh rektorat melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Tahun 1994 aku dan teman-teman mahasiswa wartawan koran kampus #WartaUI menulis headline ‘Kritik Pembangunan Rektorat UI yang Megah’. Kami dipanggil dan koran kami dibredel di era Orba,” kicaunya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Twitter @Fahrihamzah, Senin 28 Juni 2021.

Fahri Hamzah mengatakan orde baru (Orba) tumbang pada tahun 1998, tetapi mentalnya pindah ke Rektorat UI.

Tahun 1998 Orba tumbang. Rupanya mental orba pindah ke Rektorat UI mengancam mahasiswa. Malu ah!” kicaunya.

Fahri Hamzah mengingatkan bahwa semua kekuasaan yang bersifat absolut tersebut adalah hal yang berbahaya.

Bahkan dalam lembaga agama pun berbahaya. Maka agama menyadari kelemahan mental manusia ini. Maka manusia dibatasi. Bahkan Nabi dibatasi. Jadi kelemahan Orba adalah absolutisme. Itu jangan ditiru apalagi dipuji. Jangan salah baca!” kicaunya.

Fahri Hamzah pun berharap semoga tindakan yang dilakukan Rektorat UI tersebut tidak benar, karena kampus harus menjadi sumber kebebasan.

Masa depan kita adalah kebebasan. Meski pandemi membelenggu fisik kita, tapi jiwa dan pikiran harus merdeka,” kicaunya.

Fahri Hamzah menambahkan bahwa kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus merasakan kebebasan.

Kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus terlepas dari pengangkangan!” kicaunya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here