PM Israel: Kami sedang memerangi teroris!

264
PM Israel, Benjamin Netanyahu. /Jrs

Perdana Menteri atau PM Israel, Benjamin Netanyahu berdalih, negaranya bukan penyulut konflik Israel-Palestina. Sebab, ada pihak ketiga yang menurutnya paling bertanggung jawab, yakni Hamas. Lantas, mengapa demikian?

Benjamin mengaku, seluruh tindakan yang dilakukan militer Israel hanya bersifat defensif atau membela diri. Sehingga, mereka mustahil mengirim serangan, andai tak ada pihak lain yang memulainya. Itulah mengapa, dalam kasus ini, dia menuding Hamas sebagai tokoh antagonis sebenarnya.

“Israel tidak memulai konflik ini. Kami diserang tanpa alasan oleh organisasi teroris Hamas yang menembakkan 4 ribu roket ke Ibu Kota kami dan ke kota-kota kami,” ujar Benjamin Netanyahu, dikutip dari Pikiran-rakyat, Sabtu 22 Mei 2021.

Lebih jauh, dia menyatakan, tak ada satu pun negara di dunia yang berdiam diri ketika mendapat serangan. Maka, menurutnya, langkah yang diambil Israel merupakan keputusan tepat.

“Tidak ada negara yang akan berdiam diri ketika diserang dengan cara yang begitu kriminal. Israel tidak berbeda,” tegasnya.

Blok apartemen di Jalur Gaza yang hancur kena serangan Israel. Foto: The National
Blok apartemen di Jalur Gaza yang hancur kena serangan Israel. Foto: The National

Benjamin mengklaim, saat ini pihaknya tidak memerangi penduduk atau warga sipil di Palestina, melainkan Hamas yang belakangan diklaim sebagai kelompok teroris.

“Tapi kami melakukan sesuatu yang berbeda. Kami memerangi teroris yang bersembunyi di antara warga sipil di salah satu tempat terpadat di dunia,” tuturnya.

Menurutnya, Hamas menggunakan warga sipil untuk menjadi tameng mereka. Sehingga, kata dia, setiap kali ada serangan balik yang dilancarkan Israel dan mengenai penduduk tak bersalah, itu bukan menjadi kesalahannya.

“Mereka menembakkan roket ke warga sipil kami sambil menggunakan warga sipil mereka sebagai perisai manusia,” terangnya.

Pasukan Hamas. Foto: Bussines Insider
Pasukan Hamas. Foto: Bussines Insider

Sebenarnya, Benjamin menyesal setiap kali ada warga sipil yang kehilangan nyawa. Namun, menurut dia, pihaknya tak punya pilihan lain demi melindungi negara dari serangan Hamas.

“Kami menyesali setiap kehilangan nyawa, tetapi saya dapat memberitahu Anda secara pasti, tidak ada tentara di dunia yang bertindak dengan cara yang lebih bermoral daripada tentara Israel,” kata dia.

Diketahui, hingga Jumat 20 Mei 2021, konflik yang memanas sejak bulan Ramadhan kemarin, telah membunuh sekurangnya 230 penduduk Palestina, termasuk wanita dan balita. Sementara di Israel ada 12 orang yang resmi dinyatakan tewas.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here