Blunder Jokowi Soal Bipang, Tokoh NU: Kelirunya Gak Semua Konteks Liburan Disebutkan Sedari Awal

236
Gus Nadir

Bipang merupakan makanan khas dari Kalimantan yang mendadak trending di Twitter sejak Sabtu 8 Mei 2021 kemarin.

Hal itu menyusul ucapan Presiden Jokowi yang mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong membeli makanan Bipang melalui online.

Namun ajakan Presiden Jokowi itu menjadi blunder lantaran ia mengajak umat muslim membeli Bipang untuk keperluan lebaran nanti.

Seperti diketahui, Bipang adalah singkatan dari Babi Panggang yang mana dalam Islam sangat haram untuk dikonsumsi.

Ucapan Presiden Jokowi itu akhirnya menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet dan para tokoh nasional hingga menjadi polemik yang berkepanjangan.

Banyak tokoh pendukung Presiden Jokowi membela dirinya, namun tak sedikit juga dari oposisi yang menyerangnya atas ucapan ajakan membeli Bipang.

Mendengar keriuhan itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nadir mencoba menengahi apa yang sedang ramai diperbincangkan warganet dan para tokoh nasional itu.

Melalui akun Twitter pribadinya, Gus Nadir mengatakan jika membicarakan Bipang dalam konteks lebaran tentu kurang elok.

Namun menurutnya, masyarakat jangan lupa karena disaat yang bersamaan juga terdapat hari besar lainnya yakni kenaikan Isa Al-Masih.

“Ngomong pesan Bipang (babi panggang) dalam konteks liburan lebaran tentu kurang elok. Tapi jangan lupa juga ada libur kenaikan Isa al Masih,” ujarnya, dikutip Galamedia, Minggu 9 Mei 2021.

Gus Nadir menjelaskan bahwa pernyataan Bipang dalam konteks kenaikan Isa Al-Masih tentunya bisa dipahami masyarakat.

Sayangnya menurut Gus NadirPresiden Jokowi keliru karena tidak menyebutkan konteks liburan lain pada ucapannya itu sehingga akhirnya kata Bipang menjadi heboh.

“Artinya, menyebut Bipang dalam konteks ini tentu bisa dipahami. Kelirunya itu gak semua konteks liburan disebutkan sedari awal. Heboh deh,” tandasnya.

Seperti diketahui, usai ucapan dari Presiden Jokowi soal Bipang tersebut, istana telah meminta maaf kepada masyarakat.

Tapi tetap saja, hal itu sudah menjadi bahan para warganet dan oposisi untuk mengkritik habis pemerintahan Presiden Jokowi.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here