Minta Jokowi Klarifikasi Bipang Ambawang, Aktivis Dakwah Malah Dituduh Tukang Fitnah oleh Buzzer

279
Aktivis dakwah, Hilmi Firdausi. /Twitter @Hilmi28

Aktivis dakwah Hilmi Firdausi menanggapi pernyataan Presiden Jokowi mengenai bipang (babi panggang).

Sebelumnya, Pernyataan Jokowi kembali menjadi sorotan publik usai berikan pernyataan mengenai Bipang (Babi Panggang) yang menjadi salah satu makanan daerah untuk dipesan saat Idul Fitri nanti.

Jokowi memberikan pidato mengenai larangan mudik lebaran 1442 Hijriah karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, Jokowi memberikan opsi jika rindu dengan kampung halaman bisa membeli makanan khas daerahnya saat Idul Fitri.

“Untuk bapak/ibu dan saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online,” kata Jokowi

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” tambahnya.

Penyebutan makanan bipang inilah yang kemudian memunculkan tanda tanya bagi masyarakat dan para tokoh islam.

Seorang aktivis dakwah Hilmi Firdaus juga ikut menanyakan dan meminta klarifikasi mengenai bipang tersebut.

“Assalamu’alaikum Pak @jokowi, mhn diklarifikasi ttg oleh2 lebaran Bipang Ambawang karena itu adlh babi panggang yg jelas haram bagi muslim, apa lagi ini Idul Fitri hari raya ummat Islam, tdk elok rasanya. Apakah ini disengaja, atau karena bapak tdk tau? Tks atas jawabannya,” tulis Hilmi Firdaus.

Usai meminta klarifikasi tersebut, Hilmi kemudian membuat cuitan baru yang menjelaskan dirinya dianggap memfitnah Jokowi oleh buzzer.

“Permintaan klarifikasi malah dibilang saya memfitnah oleh buzzer, Ya Robb…begini amat sih kehidupan demokrasi kita,” cuit Hilmi dilansir Galamedia melalui akun Twitternya @Hilmi28.

“Ini saya SS langsung dari Resto Bipang Ambawangnya sendiri…silahkan cek apa yg dijualnya. Bipang maksudnya itu Babi Panggang, bukan Biji Ketapang,” tutupnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here