Novel Baswedan Sebut Ada Upaya Pengelabuan Fakta dari Air Keras ke Air Aki: Saya Kira Logikanya Aneh

188

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut ada upaya pengelabuan fakta dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya.

Hal itu diungkapkan Novel dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube TVOne News, Sabtu (13/6/2020).

Diketahui, jaksa menuntut dua penyerang Novel Baswedan dengan hukuman pidana selama 1 tahun penjara.

Tuntutan itu lantas mendapat kritikan dari berbagai pihak.

Menurut Novel, selama perjalanan kasusnya, dirinya banyak menemukan keanehan.

tribunnews
Tersangka RB yang ditangkap polisi dan disebut sebagai pelaku eksekutor penyiraman air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan, Sabtu (28/12/2019). (TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN)

Di antaranya, adanya upaya untuk membentuk persepsi, air yang disiram ke wajahnya adalah air aki dan bukan air keras.

“Hal ini yang di persidangan saya heran karena seperti ada upaya untuk membentuk persepsi itu,” kata dia.

Padahal, ia merasakan sendiri bagaimana wajahnya seperti terbakar hingga harus menjalani perawatan di Singapore General Hospital dan ditangani oleh dokter ahli luka bakar lantaran luka yang serius akibat bahan kimia.

“Akibatnya mata kiri saya betul-betul buta permanen dan yang kanan saya hanya (bisa melihat) sekitar 40-50 persen, ketika melihat hal itu apa iya air aki bisa seperti itu?” terangnya.

Novel juga membeberkan fakta di lapangan, beton yang terkena air itu ternyata melepuh dan berubah warna.

Fakta itu juga diketahui oleh saksi mata yang saat itu berada di lokasi tempat Novel disiram air keras oleh dua orang yang tidak dikenalnya.

“Ditambah lagi saksi-saksi yang mengamankan atau menepikan sisa air keras yang ada di media tempat penyerangan kepada saya, mereka mencium baunya sangat menyengat.”

“Yang memegang baju yang saya gunakan saat itu terasa panas, hal itu bukan ciri-ciri air aki.”

“Ketika dikatakan itu air aki dan seterusnya, maka terlihat, ini seolah-olah penganiayaan ringan, saya kira ini adalah pengelabuan fakta,” ungkap Novel.

Menurut Novel, tidak ada keterangan lain yang menyebut air yang disiramkan ke dirinya itu air aki kecuali keterangan dari terdakwa.

“Alat buktinya hanya keterangan terdakwa, masak iya keterangan saksi-saksi yang bukan cuma saya di atas sumpah diabaikan.”

“Terus fakta-fakta di lapangan yang terjadi diabaikan hanya kemudian mengikuti keterangan terdakwa yang dia punya hak untuk membela diri, ini kan suatu hal yang aneh,” tegasnya.

Tak hanya itu, Novel juga menyinggung soal tuntutan 1 tahun penjara terjadap penyerangnya.

Jika pertimbangan yang digunakan untuk menjatuhkan tuntutan itu adalah tidak sengaja, maka menurut Novel hal itu sangat aneh.

“Ketika dikatakan tidak sengaja, apakah iya ketika menyiram dengan air keras berarti dia tidak sengaja melukai? Saya kira logikanya aneh,” ungkapnya.

Simak video lengkapnya:

Sumber Berita / Artikel Asli : Tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here