Natalius Pigai: Saya Katolik yang Taat, tapi Kebenaran Tidak Dinafikkan Bahwa Pancasila Lahir Saat Umat Islam Ikhlas Menarik 7 Kata

475
Natalius Pigai

 JAKARTA – Butir-butir Pancasila tidak bisa hanya dikerdilkan seorang pemimpin hanya untuk kepentingan pribadi semata.

Terlebih, nilai Pancasila tidak hanya diterima seluruh masyarakat Indonesia, melainkan dunia.

Demikian disampaikan Natalius Pigai dalam wawancara berkenaan hari lahir Pancasila Vasco Ruseimy yang diunggah di YouTube, Minggu (14/6/2020).

“Ketika bicara kemanusiaan seluruh dunia terima, ketika bicara persatuan juga sama, demokrasi, keadilan juga sama. Maka nilai-nilai Pancasila nilainya universal. Putih, bukan merah,” kata aktivis kemanusiaan ini.

“Pemimpin harus menghindari personifikasi Pancasila menjadi seorang individu,” sambung mantan komisioner Komnas HAM ini.

Secara tegas, Pigai pun menjabarkan mengenai lahirnya Pancasila yang seakan berupaya dikerdilkan sejumlah pihak.

“Saya seorang Kristen Katolik yang taat. Saya hanya percaya Tuhan Yesus, tetapi kebenaran faktual sejarah, historis, antropoliogis, sosiologis kita tidak bisa mnenafikan meskipun keyakinan kita berbeda,” katanya.

“Pancasila itu lahir ketika umat Islam menarik dengan ikhlas 7 kata dari Pancasila,” tegas Pigai.

ujuh kata yang dimaksud Pigai yakni ‘dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya’.

Ketujuh kata ini mengikuti kata ‘Ketuhanan’ dalam Piagam Jakarta sebagai Pembukaan UUD 1945.

“Ketikanada yang mengajukan tanggal lahir Pancasila di mana bukan peristiwa bertepana dengan penarikan 7 kata yang diikhlaskan umat Islam, itu dipertanyakan,”

“Tujuannya apa? Mempersonifikasikan individu, diidentikkan dengan aliran politik?” tandasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here