Prof. Dr. Craig Considine: Nabi Muhammad Manusia Pertama Dalam Sejarah Yang Menolak Rasisme

232

Di era modern abad 21 ini, di negeri yang konon katanya pelopor demokrasi, justru Rasisme masih menjadi penyakit di negara Amerika Serikat. Kasus tewasnya warga kulit hitam George Floyd hanyalah puncak gunung es dari Rasisme yang masih mengakar kuat di AS.

Seorang Akademisi Katolik Dr. Craig Considine menyatakan kekagumannya terhadap sosok Nabi Muhammad Saw dan ajaran kemanusiaan yang dibawa oleh beliau.

Profesor Doktor di Departemen Sosiologi Rice University ini mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah orang pertama dalam sejarah yang menolak rasisme.

“Nabi Muhammad adalah orang pertama dalam sejarah manusia yang menyatakan, tanpa syarat yang pasti, bahwa tidak ada manusia yang memiliki posisi diatas yang lain berdasarkan ras atau etnis,” tulisnya seperti dilansir situs About Islam (8/6/2020).

Deklarasi ini dikristalisasi dalam salah satu pidato penting dalam Khotbah Terakhirnya saat Haji Wada, sebagaimana yang disampaikan di Gunung Arafat pada tahun 632 M. Dalam khotbah itu, Nabi Muhammad mengutuk rasisme ketika dia berkata:

“Semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa. Orang Arab tidak lebih unggul dibandingkan  non-Arab. Dan non-Arab tidak lebih unggul dibandingkan orang Arab. Kulit putih tidak lebih unggul dari kulit hitam, dan kulit hitam tidak lebih unggul dari kulit putih, kecuali atas sikap dan perbuatan yang baik.”

Sejak saat itu, ajaran Nabi Muhammad mengajarkan tentang kesetaraan hal ini menginspirasi seluruh umat manusia untuk berjuang untuk kesetaraan ras dan keadilan untuk semua.

Penulis buku “The Humanity of Muhammad: A Christian View” juga mengatakan ada dua masalah besar yang terjadi saat ini di zaman ini yang jauh hari sudah disampaikan Nabi Muhammad, yaitu soal wabah dan rasisme.

“Prophet Muhammad directly addressed the two biggest issues of our time – diseases (COVID-19) & racism.

On diseases, he told people to use common sense – be hygienic & don’t travel in & out of “hot spots.”


On racism, he encouraged anti-racism (not just non-racism).


Remarkable.”

“Nabi Muhammad secara langsung membahas dua masalah terbesar di zaman kita – wabah (COVID-19) & rasisme.

Mengenai wabah, ia mengatakan kepada orang-orang untuk menggunakan akal sehat – higienis & jangan bepergian keluar masuk “wilayah wabah” (karantina).

Tentang rasisme, ia mendorong anti-rasisme (bukan hanya non-rasisme).

Luar biasa,” kata Prof. Dr. Craig Considine di akun twitternya, Sabtu (13/6/2020).

Sumber Berita / Artikel Asli : Portal Islam

 

 

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here