Cerita Susi soal Perbudakan hingga Penjualan Satwa Langka di Tengah Laut

181
Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan berbagai kejahatan di laut atau IUU Fishing yang dialami oleh Indonesia.

Selain praktik pencurian ikan yang sudah menimbulkan kerugian besar secara ekonomi, kata Susi, praktik transhipment di tengah laut juga marak terjadi. Belum lagi perbudakan, human trafficking, hingga pencurian endangered species animal trade atau pencurian satwa langka.

“Kita ini akan menjadi target praktik illegal fishing, mereka lakukan transhipment untuk exchange kru ABK-nya juga di tengah laut, minyak, hasil tangkapannya di tengah laut, dan dari penyelidikan kita itu illegal fishing juga ada perbudakan, human trafficking, ada endangered species animal trade,” jelas Susi dalam webinar yang diselenggarakan kumparan dan IOJI, Jumat (12/6).

Susi mengatakan, sebagai negara dengan Zona Ekonomi Eksklusif terbesar ke-7 di dunia, kekayaan laut Indonesia ini memang memiliki daya tarik dan nilai ekonomis yang sangat besar. Tak hanya itu, kapal-kapal tanpa izin melakukan penangkapan terhadap kura-kura dan satwa-satwa lainnya yang masuk kategori dilindungi.

“IUU Fishing bukan sekadar ikan, kejahatan mencuri ikan, bukan. Mereka di Indonesia juga ambil kura-kura, ambil burung, kulit buaya dan lain-lain, mereka juga membawa barang barang ilegal yang diperdagangkan di tengah laut,” jelas Susi.

Maraknya praktik kejahatan di laut inilah, menurut Susi, yang memicu Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Barack Obama, membentuk Satgas khusus IUU Fishing. Langkah tersebut kemudian diadopsi pemerintah Indonesia dengan membentuk Satgas 115.

“Itu kenapa Amerika membuat satgas khusus IUU Fishing dan ditiru Indonesia. Pak Jokowi dengan ketegasannya dan visinya tidak memunggungi laut, menjadikan laut Indonesia titik tolak untuk masa depan bangsa kita, di mana saya dengan senang hati ikut membantu sebagai menteri,” pungkas Susi Pudjiastuti.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kumparan

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here