Sindir Tuntutan Penyerang Novel Baswedan, Iwan Sumule: Mungkin Ini yang Disebut “Keadilan” Penguasa

177
Persidangan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan

JAKARTA – Dua pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan mendapatkan tuntutan ringan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni satu tahun penjara.

Padahal, keduanya dinilai telah melakukan penganiayaan berat hingga nyaris menyebabkan Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu nyaris buta.

Bukan tidak mungkin, Novel meregang nyawa akibat penyerangan yang dilakukan oknum anggota Brimob itu.

Tanggapan pun datang dari Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule dengan melontarkan sindiran.

Hal itu disampaikan Iwan Sumule melalui akun Twitter pribadi miliknya, @KetuaMajelis, Selasa (11/6/2020) malam.

“Mungkin ini yang disebut “Keadilan” Penguasa,” tulisnya.

Ketua DPP Partai Gerindra ini seperti tak habis pikir kedua pelaku hanya mendapat tuntutan yang ringan.

“Pelaku kejahatan yang sebabkan Novel @nazaqistsha cacat permanen hanya dituntut 1 tahun penjara,” sambungnya.

Iwan menilai, kedua pelaku semestinya mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat dari masyarakat umum.

Pasalnya, kedua pelaku adalah anggota polisi yang semestinya memberikan perlindunggan kepada rakyat.

“Terlebih pelaku kejahatan berasal dari institusi negara yg semestinya beri keadilan pada rakyat,” tegasnya.

“Keadilan hilang!” kecam Iwan Sumule.

Hal senada juga dilontarkan Jonru Ginting.

“Pak Novel Baswedan dianiaya sampai matanya buta, pelakunya dihukum 1 tahun,” cuitnya melalui akun Twitter @JonruGintingNew sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Selasa (11/6/2020) malam.

Jonru lantas membandingkan kasus penganiayaan berat yang dialami Novel dengan kasus yang pernah membelitnya.

“Saya cuma nulis di medsos, dihukum 1,5 tahun. Hukum dunia memang tidak adil,” kata dia.

Jonru lantas menceritakan pengalamannya mendekam di Lapas Cipinang.

Di dalam penjara itu, ia mengaku mengenal seorang bandar besar narkoba yang ternyata seorang oknum polisi.

“Inisialnya J, seorang oknum polisi. Dia dihukum hanya 8 bulan plus rehab,” bebernya.

Menurut Jonru, bandar narkoba itu jelas-jelas telah merusak masa depan ribuan rakyat Indonesia.

“Sementara saya yg hanya menulis di medsos, dihukum 1,5 tahun. Hukum dunia memang tidak adil,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here