Di Twitter, Fadjroel Rachman Bongkar Pemakaian Listrik Rumah Fadli Zon, Anggota Prabowo Protes PLN

196

Di TwitterFadjroel Rachman bongkar pemakaian listrik rumah Fadli Zon, anggota Prabowo Subianto protes PLN.

Dua bulan terakhir ini warga dihebohkan dengan lonjakan tagihan listrik PLN.

Pun demikian dengan politikus Gerindra, anggota Prabowo SubiantoFadli Zon, yang mengeluhkan naiknya tagihan listrik.

Namun, Jubir Presiden JokowiFadjroel Rachman langsung bereaksi dengan membeber pemaikaian listrik di rumah Fadli Zon.

Juru Bicara Presiden Joko Widodo ( Jokowi), Fadjroel Rahman membalas cuitan politikus Partai GerindraFadli Zon yang mengaku tagihan listriknya mengalami kenaikan.

Dalam akun twitternya, @fadlizon pada Selasa (9/6/2020), Fadli mengatakan ia mengalami kenaikan listrik sebagaimana yang dialami pelanggan listrik lainnya.

Fadli Zon meminta PLN transparan terkait keluhan-keluhan dari masyarakat.

Mantan Wakil Ketua DPR itu meminta PLN menjelaskan mengapa tagihan listrik masyarakat melonjak.

“Memang banyak keluhan tagihan listrik melonjak. Sy jg mengalami yg sama. @pln_123 harus transparan atas keluhan2 di masyarakat. Knp tagihan listrik makin melonjak? Ada privatisasi?,” tulis Fadli.

Postingan <a href='https://kaltim.tribunnews.com/tag/fadli-zon' title='Fadli Zon'>Fadli Zon</a> yang mengaku <a href='https://kaltim.tribunnews.com/tag/listrik' title='listrik'>listrik</a> di rumahnya mengalami kenaikan

Postingan Fadli Zon yang mengaku listrik di rumahnya mengalami kenaikan (Twitter @fadlizon)

Cuitan Fadli itu kemudian direspons oleh Fadjroel Rahman.

Dalam postingan di akun wtitternya pada Rabu (10/6/2020), Fadjroel menyebut manajemen PLN UP3 Ciracas telah datang ke rumah Fadli Zon di Pondok Labu.

Saat itu, kata Fadli Zon, manajemen bertemu Dani.

Fadli Zon kemudian bertemu dengan manajemen PLN di tempat lain.

Fadjroel Rachman mengungkapkan, dari hasil pembacaan meter di rumah Fadli Zon terbukti normal dan pemakaian pada Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 15 persen dibandng pemakaian pada Mei 2020.

Fadroel menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik oleh Pemerintah.

“Manajemen PLN UP3 Ciracas datang ke rumah @fadlizon di Pondok Labu, bertemu Dani. FZ bersedia bertemu di Benhil, ASAP. Hasil pembacaan terbukti normal & pemakaian Juni 2020 terjadi kenaikan 15% dibanding pemakaian Mei 2020. Tidak ada kenaikan tarif listrik oleh Pemerintah ~ FR,” tulis Fadjroel.

Postingan Fadjroel Rahman soal bantahan atas kenaikan <a href='https://kaltim.tribunnews.com/tag/listrik' title='listrik'>listrik</a> <a href='https://kaltim.tribunnews.com/tag/fadli-zon' title='Fadli Zon'>Fadli Zon</a>

Postingan Fadjroel Rahman soal bantahan atas kenaikan listrik Fadli Zon (twitter @fadjroeL.

Tagihan Listrik Naik, PLN Bolehkan Mencicil

PLN menawarkan skema pembayaran lewat cara dicicil bagi Teguh Wuryanto (56).

Diketahui, Teguh adalah pelanggan PLN yang tagihan pemakaian listriknya mencapai Rp 20.158.686.

Nilai tagihan yang diterima Teguh ini disebut naik sebesar 20 kali lipat dari total tagihan yang dibayar di periode sebelum-sebelumnya.

“Karena secara pemakaian sudah betul, ya solusi yang kami tawarkan sama dengan yang lain, artinya cicilan pembayaran,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Malang Raya, M Eryan Saputra, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Adapun nilai tagihannya tetap sama, yaitu sesuai dengan invoice nomor 513010180722-0520 senilai Rp 20.158.686.

“Nilai tagihan tetap.

Tapi, metode pembayarannya yang dicicil,” jelasnya.

Eryan mengatakan, skema pembayaran itu merupakan hasil kesepakatan antara pihaknya dan pelanggan.

Saat ini, pihaknya masih mensimulasikan besaran cicilan untuk Teguh yang merupakan pemilik bengkel di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

“Pelanggan lagi ke kantor unit kami untuk membuat surat pengakuan hutang atau SPH cicilannya. Jadi, besaran cicilan masih dia ingin simulasi di kantor.

Tadi, kami menghitungnya secara kasar, tapi kalau sudah di aplikasi terlihat cicilan per bulannya,” ujar dia.

Tagihan Naik Tajam

Diketahui, tagihan listrik di bengkel milik Teguh Wuryanto (56) menanjak tajam menjadi Rp 20.158.686.

Tagihan itu naik sebesar 20 kali lipat dari total tagihan yang dibayar di periode sebelum-sebelumnya.

Padahal, volume penggunaan alat di bengkel yang ada di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menurun sejak terjadi pandemi Covid-19.

“Akhirnya harus dibayar, kalau tidak mau dibayar harus (melayangkan protes) ke Jakarta (kantor PLN Pusat) mungkin. Karena tagihan sudah keluar dan harus dibayar,” kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telpon.

Teguh mengatakan, kenaikan tagihan listrik terjadi sejak meteran listrik di bengkelnya diganti dari yang analog ke meteran listrik digital pada Januari 2020 lalu.

Setelah itu, tagihan listrik yang diterimanya naik.

Namun, Teguh menganggap kenaikan itu merupakan hal yang wajar karena berganti meteran digital.

Berdasarkan pada invoice tagihan yang diterima oleh Teguh, nilai tagihan pada bulan Februari 2020 sebesar Rp 2.152.494.

Kemudian ada Bulan Maret, nilai tagihannya hanya Rp 921.067. Pada Bulan April, nilai tagihannya sebesar 1.218.912.

Kemudian tagihan pada Bulan Mei naik drastis menjadi Rp 20.158.686.

Kapasitor Rusak, Ada Kebocoran Daya

Belakangan, Teguh mengetahui bahwa ada kebocoran daya reaktif (kVarh) yang membuat tagihan itu meningkat tajam.

Kebocoran daya reaktif itu disebabkan oleh alat berupa kapasitor yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi.

Kebocoran daya reaktif itu terdeteksi setelah meteran listrik diganti ke meteran digital.

Sumber Berita / Artikel Asli : tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here