Caplok Tepi Barat Palestina, Israel Disebut Negara Munafik

124
Tentara Israel (Foto: Getty)

JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengutuk keras sikap Israel yang akan melakukan pencaplokan tepi barat Palestina.

Sikap tersebut semakin membuktikan bahwa Israel merupakan negara munafik yang tidak pernah istiqomah terhadap perjanjian dengan Palestina yang telah tertuang sejak tahun 1967 perihal penetapan garis batas negara.

“Kita mengutuk keras rencana Israel yang akan mencaplok tepi barat Palestina. Israel ini negara munafik yang tidak pernah ‘Istiqomah’ terhadap perjanjian dengan Palestina, terutama garis batas tahun 1967,” kata Syaifullah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Rencana pencaplokan tepi barat Palestina itu, kata Syaifullah, akan menimbulkan beberapa dampak. Di antaranya, akan memana situasi politik internasional.

Apalagi, penyelesaian konflik antara kedua negara itu sudah berjalan sejak lama. Hal itu akan menyebabkan semakin sulitnya untuk diselesaikan

“Rencana Israil itu bertentangan dengan resolusi dan hukum internasional PBB. Ini juga merusak mimpi warga Palestina yang ingin hidup secara damai dan mendapatkan haknya,” ungkapnya.

Selain itu, hubungan politik luar negeri Indonesia dengan Palestina sudah terjalin sejak Presiden Soekarno hingga sekarang, Presiden Joko Widodo.

Karena itu, Indonesia sangat tegas hanya mengakui keberadaan negara Palestina dan menolak keras pendudukan Israael.

“Prinsip itu tidak akan pernah berubah sepanjang Pembukaan UUD NRI (Negara Republik Indonesia) 1945 yang berbunyi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.

“Indonesia juga saat ini bahkan telah membuka Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina berkedudukan di Ramalah,” ungkapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here