PDIP Solo Menolak Achmad Purnomo Mundur dari Pencalonan Pilwalkot, Sikap Melawan Gibran?

216
Achmad Purnomo, Puan Maharani dan Gibran Rakabuming Raka

JAKARTA – Alasan penolakan DPC PDI Perjuangan Solo atas pengunduran diri Achmad Purnomo sebagai bakal calon Walikota Solo dalam Pilkada Solo akhirnya terungkap.

Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, membenarkan pihaknya telah menolak mundurnya Achmad Purnomo dari pencalonan dalam Pilkada Serentak 2020.

Rudi, begitu politikus PDIP ini biasa disapa, menegaskan bahwa Achmad Purnomo itu dicalonkan mulai dari akar rumput.

Dari anak ranting, pengurus anak cabang (PAC), hingga DPC PDIP Surakarta, yang kemudian diajukan ke DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP di Jakarta.

“DPC PDI Perjuangan Solo menolak mundurnya balon walikota Surakarta Achmad Purnomo. Beliau itu tidak mencalonkan, tapi dicalonkan. Proses penjaringan calon untuk Pilkada Surakarta 2020 sudah selesai,” papar Rudi, Selasa (9/6).

Ditambahkan Rudi, alasan DPC PDIP menolak pengunduran diri Achmad Purnomo merupakan tindaklanjut dari hasil rapat konsolidasi internal yang tetap berharap prosesnya tetap berjalan sambil menunggu rekomendasi dari pusat.

“Keputusannya diambil dari rapat tanggal 6 Juni malam, diikuti DPC, PAC, hingga ranting,” tegas Rudi.

Menurut Rudi, dirinya memahami salah satu alasan Achmad Purnomo berniat mundur dari bursa pencalonan.

Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk menggelar pilkada di tengah pandemik Covid-19.

“Saya bisa pahami, gelar pilkada dalam kondisi pandemik Covid-19, kalau dilaksanakan 9 Desember dan situasinya, kondisinya belum. Bila memungkinkan bisa ditunda sampai 2021, setelah kondisinya landai,” tutupnya.

Lebih jauh sejumlah pengamat menilai mundurnya Achmad Purnomo lantaran disebabkan pencalonan Gibran Rakabuming yang digadang-gadang sosok yang akan dipilih DPP PDIP maju di Pilwalkot Solo.

Putra sulung Presiden Jokowi itu memang sudah menjadi kader PDIP dan menemui elite-elite partai banteng itu termasuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Bisa jadi sikap PDIP Solo ini merupakan sikap perlawanan terhadap pencalonan Gibran yang juga maju sebagai bentuk melanggengnya oligarki politik.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here