TVRI mau tayangkan serial dari China, Tengku Zul kesal: Teng, mulai!

221

Televisi nasional milik negara, TVRI berencana bakal menayangkan beberapa serial dan dokumenter asal China. Langkah ini disebut-sebut bagian dari kerja sama antara TVRI dengan Guangzi Radio and Television Information Network Corp.

Antara melaporkan, kerja sama TVRI-Guangzi Radio dan TINC sendiri sudah terjalin sejak 2007 silam.

Konten ini akan terbagi dalam dua program, yaitu drama China yang bakal menayangkan serial, dan Miracle China hadir dengan dokumenter-dokumenter. Kedua tayangan itu akan disulih suara ke dalam Bahasa Indonesia.

Reaksi keras Tengku Zulkarnain

Atas kabar ini, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Tengku Zulkarnain bereaksi keras. Seperti yang terlihat dalam unggahannya di sosial media miliknya.

Ustaz berdarah melayu itu memang sosok yang sangat kental menolak kehadiran China, termasuk semua hal yang berbau dengan Tiongkok.

Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Foto: Kiblat.net.
Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Foto: Kiblat.net.

“Teng, mulai,” sebut Tengku Zul, Jumat malam, 5 Juni 2020.

Apa yang dia sampaikan, menanggapi pemberitaan CNN soal rencana tersebut, di mana berita tersebut tayang pada Selasa, 21 Januari 2020 lalu.

Menurut Tengku Zul, adalah menjadi hal yang mahfum untuk menolak siaran China di saluran televisi berpelat merah TVRI.

“Sekarang sensitivitas dengan negara China sedang naik. Mulai dari isu Pulau Reklamasi yang iklannya dijual di TV China, banjirnya TKA China, tanpa peduli saat corona merebak, impor sayur dan lain-lain.”

“Secara psikologi penguasa mesti menurunkan tensi sensitivitas itu, bukan malah ngegas mutar film (China) di TVRI),” katanya lagi.

Usai mengeluarkan penyataan, sejumlah reaksi kemudian disampaikan banyak netizen. Ada yang mendukung, dan tak sedikit pula yang merisak.

Salah satu yang merisak adalah akun @apriyadi19. “Sejak Orba, Kho Ping Ho sudah familiar, apa yang aneh,” sebut akun itu menanggapi Tengku Zul.

Mendengar pernyataan tersebut, Tengku Zul kemudian menanggapinya. “Kho Ping Ho orang Indonesia. WNI kelahiran Solo, Bambang! Dia tidak bisa bahasa China dan tidak pernah berkunjung ke China seumur hidupnya,” jawab Tengku Zul.

“Nah benarkan, media sudah dikuasai RRC China. Selangkah lagi Indonesia akan jadi negara komunis. Untungnya aku enggak pernah nonton TVRI,” komentar akun @mawarsolitaire.

“Lho, daridulu sudah ada kok, dari bertahun-tahun lalu. Cerita ular putih, kera sakti, pendekar burung rajawali, putri Huang Zu, itu kan produksi dari Hong Kong dan RRC,” tulis akun @dsofdi.

China ingin bersaing dengan drama Asia lain

Sementara itu seperti disitat Xinhua, salah satu serial China yang bakal ditayangkan TVRI bertajuk Trial Marriage. Sementara itu, dokumenter yang diputar akan mengangkat kisah kehidupan di Negeri Tirai Bambu.

Wakil Presiden Guangxi Radio and Television Information Network, Zheng Kui, berharap tayangan itu akan memberi gambaran kehidupan orang China. Menurutnya, orang Indonesia dan China memiliki kemiripan nilai kehidupan dan budaya.

Kantor TVRI. Foto: Katadata.
Kantor TVRI. Foto: Katadata.

Selain sebagai hiburan, kerja sama ini juga merupakan bentuk peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang memasuki tahun ke-20. Indonesia dan China sudah menjalin hubugan diplomatik sejak 1950.

“China telah memproduksi banyak film dan serial TV. Saya percaya bila itu ditayangkan di TV Indonesia, akan bisa bersaing dengan drama asal Asia lain yang dinikmati oleh orang Indonesia,” kata Deputi Direktur Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifik, Elizani Nadia Sumampouw, Januari lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here