Peneliti Dewan Dakwah Tantang Pihak yang Tulis PKI Korban di Wikipedia

253
Wikipedia

Jakarta – Peneliti Pusat Kajian Dewan Dakwah, Hadi Nur Ramadhan, mengingatkan bahwa keluarga PKI dan keturunannya sudah hidup berbaur dengan masyarakat, sehingga sejak zaman Soeharto tidak ada lagi istilah tahanan politik (Tapol) a, b, c, dan sebagainya. Mereka dapat hidup secara damai dan baik dengan masyarakat.

“Maka, jika sekarang ada yang menyebut PKI korban adalah oknum tertentu yang mendompleng dan ingin mendisintegrasi bangsa. Kalau pemerintah membiarkan masalah (di Wikipedia) ini, maka saja pemerintah menghianati TAP/MPRS 1966 yang dibangun tokoh-tokoh republik kita,” kata Hadi kepada Indonesiainside.id, Rabu (3/6).

Hadi menyampaikan, orang-orang yang menulis di Wikipedia bahwa PKI sebagI korban adalah pengecut. Dia meminta oknum tersebut tidak bersembunyi di belakang layar, sebaliknya Hadi menantang mereka berdebat di depan publik.

“Biar jelas mana pelaku mana korban, mana yang membunuh dan mana yang dibunuh oleh PKI? Saya kira ini bentuk penyesatan informasi kepada generasi muda,” ujarnya.

Dia mengingatkan apabila generasi muda terus disesatkan oleh orang-orang yang pro Komunis, maka sampai kapanpun generasi muda tidak akan punya nasionalisme yang baik kepada masyarakat Indonesia. Hadi mengingatkan bahwa rekonsiliasi sudah berjalan secara alamiah dan kultural sejak tahun 1967.

“Saat itu, tokoh-tokoh Islam kita juga menyantuni mereka yang dibilang korban, memberikan beasiswa dan mendidik mereka. Karena saat itu pilihannya mengislamkan mereka atau mereka dikristenkan,” jelasnya.

Hadi menyebutkan, basis-basis PKI seperti Jogokariyan, Bojonegoro, dan Madiun menjadi basis santri. Ini merupakan perjuangan ulama dan umat Islam di mana sebelumnya menjadi basis merah atau PKI.

“Jadi, kita tidak perlu membuka kotak pandora yang sudah menjadi sekam sejak lama. Wikipedia harus segera menarik tulisan itu, kami juga sudah meminta sejarawan Islam menulis sejarah tentang peristiwa pra dan pasca-1965, sehingga masyarakat tahu bahwa PKI itu memberontak secara sistematis,” tuturnya. (02/EP).

Sumber Berita / Artikel Asli : Indonesia Inside

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here