Ada Gelombang PHK, BPJAMSOSTEK Antisipasi Kenaikan Klaim Jaminan Hari Tua

Jumlah pengajuan klaim tabungan hari tua dari peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan belum mencatatkan lonjakan hingga akhir Mei 2020. Meskipun begitu, badan tersebut tetap mengantisipasi potensi lonjakan klaim.

155
Ilustrasi penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan - Sumber:bpjsketenagakerjaan.go.id

JAKARTA — Jumlah pengajuan klaim tabungan hari tua dari peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan belum mencatatkan lonjakan hingga akhir Mei 2020. Meskipun begitu, badan tersebut tetap mengantisipasi potensi lonjakan klaim yang mungkin terjadi pada bulan ini dan beberapa waktu yang akan datang.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Irvansyah Utoh Banja menjelaskan bahwa potensi lonjakan klaim muncul akibat adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Pandemi virus corona menyebabkan tekanan perekonomian yang memengaruhi dunia usaha.

Utoh menjelaskan bahwa hal tersebut telah menjadi perhatian BPJAMSOSTEK saat pandemi mulai mengganggu kondisi perekonomian. Pihaknya memperkirakan bahwa potensi lonjakan klaim akan terjadi pasca hari raya Idulfitri, karena PHK mulai terjadi pada April 2020 dan peserta memerlukan waktu satu bulan untuk mengajukan klaimnya.

Meskipun begitu, hingga 31 Mei 2020 jumlah pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) relatif belum mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. BPJAMSOSTEK mencatat pada 1 Januari 2020–31 Mei 2020 terdapat 832.000 pengajuan klaim.

“Ada selisih 92.000 [lebih sedikit dari jumlah pengajuan klaim 2019 dalam periode yang sama]. Mungkin karena pengaruh masih libur lebaran sehingga peserta belum mengajukan klaim,” ujar Utoh kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Jumlah pengajuan pada periode Januari 2019–Mei 2019 mencapai 924.460 klaim. Jumlah pengajuan klaim pada 2019 meningkat dari periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, yakni pada 2017 sebanyak 816.095 klaim dan 2018 sebanyak 840.619 klaim, masih lebih banyak dibandingkan pengajuan pada tahun ini.

Sebelumnya BPJAMSOSTEK memperkirakan lonjakan klaim akan mulai terlihat pada akhir Mei 2020, tetapi dengan kondisi terkini badan tersebut mengantisipasi lonjakan klaim jika terjadi mulai Juni 2020. Utoh menjelaskan bahwa pihaknya tetap menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pelayanan jika terjadi gelombang klaim.

“Tetap [terdapat langkah antisipasi]. Tim kami di kantor-kantor cabang sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan peserta terkait proses klaim kolektif, untuk mempermudah proses klaim bagi peserta,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Bisnis

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here