Ade Armando Nantang, Gak Takut Dipolisikan Muhammadiyah dan Din Syamsuddin: Saya Enggak Pernah Cengeng Ada Ancaman Begini

180
Ade Armando

JAKARTA – Ade Armando sepertinya tak akan menyampaikan permintaan maaf atas unggahan terkait Muhammadiyah dan Din Syamsuddin.

Bahkan, pengamat politik itu tak takut jika kemudian ia dipolisikan atas pernyataan yang ia unggah melalui akun Facebook miliknya, Senin (1/6/2020).

Termasuk jika kemudian mantan Ketua Umum PP Muhammdiyah itu nantinya mempolisikan dirinya sekalipun.

“Ya bagus (jika dipolisikan Din Syamsuddin),” ujar Ade Armando kepada RMOL, Senin (1/6).

Ade menyatakan, akan menggunakan kesempatan itu untuk membalikkan pernyataan yang pernah dibuat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

“Kalau gitu, akan saya balikkan, apa tujuan anda (Din Syamsuddin) mengatakan bahwa pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat ketika pemerintah mengumpulkan dana Corona?” bebernya.

“Itu kebebasan dia, hak demokratis lah, saya hormati saja semua itu,” sambungnya.

Kendati demikian, pengajar di Universitas Indonesia (UI) ini mengaku tak akan melaporkan balik jika nantinya ia dipolisikan.

Baik oleh Muhammadiyah maupun oleh Din Syamsuddin sendiri.

“Enggak, saya enggak pernah lapor balik,” tuturnya.

Ade mengaku, dirinya sudah cukup sering dipolisikan dan menjalani pemeriksaan penyidik polisi.

“Paling saya tanggapi, saya selalu penuhi kok, saya sudah berulang kali dipanggil polisi dan saya selalu jelaskan,” ujarnya.

Ade juga menyatakan bahwa dirinya sama sekali tak gentar dengan berbagai ancaman yang dilayangkan kepada dirinya.

“Saya enggak pernah cengeng kalau ada ancaman-ancaman kaya begini,” tegasnya.

Adapun alasan Ade Armando menyebut Muhammadiyah lantaran diskusi bertajuk ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusional Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19’ diselenggarakan oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) serta menghadirkan pembicara Din Syamsuddin.

Bila tuduhannya salah, Ade bahkan meminta kepada Muhammadiyah untuk memberikan klarifikasi bahwa penyelenggara tersebut bukan merupakan organisasi resmi Muhammadiyah.

“Saya sih menganggap, paling tidak kalau yang ditunjuk jadi keynote speaker itu kan menunjukkan siapa yang dituakan, yang dijadikan panutan dalam acara tersebut. Nah orang itu adalah Din Syamsuddin,” tandasnya.

Dalam unggahan di Facebooknya, Ade Armando menuliskan acara webinar yang menghadirkan Din Syamsuddin menggulirkan isu pemakzulan presiden.

“Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah,” tulisnya, Senin (1/6/2020).

“Keynote Speaker-nya Din Syamsuddin, si dungu yang bilang konser virtual Corona vmenunjukkan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat,” pungkas Ade Armando.

Unggahan Ade Armando yang dianggap menynggung PP Muhammadiyah dan Din Syamsudin

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here