Pemerintah Takabur, Tak Dengar Pimpinan Umat

216

BOGOR – Pemerintah Indonesia dianggap takabur karena menyepelakan virus Corona atau Covid-19 yang kini mewabah di seluruh tanah air.

Sebelum virus ini masuk ke Indonesia, pemerintah mengatakan tidak akan masuk ke tanah air karena tak tahan panas.

Selain itu, pemerintah melalui Menteri Kesehatan juga menyatakan orang sehat tidak perlu pakai masker. Yang boleh pakai masker hanya yang sakit atau mengalami gejala Corona.

Setelah banyak yang terpapar Corona, pemerintah baru mengimbau agar semua masyarakat wajib mengenakan masker saat keluar rumah.

Ketika angka penderita Corona semakin bertambah, para pengamat dan tokoh publik menyarankan agar Indonesia melakukan lockdown atau karantina wilayah. Namun pada akhirnya pemerintah hanya memilih PSBB (pembatasan skala berskala besar).

CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu mengatakan, sejak awal istilah yang berkaitan dengan Corona cukup banyak, sehingga membingungkan masyarakat, seperti istilah lockdown, karantina wilayah, sosial distancing, PSBB hingga new normal.

Dirut Pojoksatu ini mengatakan, bagi masyarakat menengah ke atas, tentu sangat cepat memahami istilah-istilah itu. Tapi bagi masyarakat bawah pasti kebingungan.

“Selain terlalu banyak istilah, pemerintah juga tidak konsisten, terlalu banyak pejabat yang mau bicara tentang penanganan Covid ini sehingga rakyat menjadi bingung harus mendengar siapa,” kata Hazairin Sitepu melalui channel YouTube miliknya, Bang HS TV, Jumat (29/5/2020).

Wartawan senior yang aktif menulis selama 30 tahun itu menyarankan pemerintah agar mendengar dan mencontoh para pimpinan umat.

“Omongan Ketua MUI, omongan pimpinan majelis ulama itu didengar oleh umat. Omongan pimpinan-pimpinan gereja didengar oleh umat. Omongan pimpinan-pimpinan agama lain juga didengar oleh umat,” katanya.

Menurut Hazairin, sampai hari ini masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya yang berada di zona merah masih tetap tertutup.

“Artinya apa? bahwa umat ini sangat tunduk, sangat taat, sangat dengar pimpinan umat,” tehas Hasairin.

Ia menilai omongan pimpinan umat saat ini lebih didengar daripada omongan pemerintah.

Sayangnya, sejumlah rekomendasi MUI kepada pemerintah terkait penanganan Corona dianggap angin lalu. Pemerintah terkesan tidak mau mendengar pimpinan umat.

Hazairin juga mengkritis rencana pemerintah yang akan menerapkan New Normal.

Ia mengaku belum tahu seperti apa penerapan New Normal dan dampaknya di masyarakat. Namun yang paling penting saat ini adalah mendapatkan kehidupan baru yang lebih baik.

Ia mengingatkan pemerintah agar kompak dalam memberikan informasi kepada publik. Pernyataan pejabat negara harus konsisten dan tidak berubah-ubah, seperti yang terjadi selama ini.

Hazairin menyebut bahwa penyebaran Corona ke selurun wilayah hingga sampai sampai ke pelosok-pelosok terjadi lantaran sejak awal pemerintah takabur dengan menyepelekan virus mematikan tersebut.

“Dari awal kita sepertinya, Indonesia ini sepertinya agak takabbur gitu loh, sehingga dibiarkan, sudah bereskalasi virus ini, sudah sampai ke mana-mana melalui berbagai macam jalur,” tandas Hazairin.

Simak selengkapnya pemaparan Hazairin Sitepu berikut ini:

Sumber Berita / Artikel Asli : Pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here