Fadli Zon Protes Penangkapan Habib Bahar ke Kapolri, Penangkapan Kok di Bulan Ramadan

281
Fadli Zon

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memprotes penangkapan Habib Bahan bin Smith.

Bahar Smith dipastikan kembali meringkuk di balik jeriji besi setelah kembali ditangkap, Selasa (19/5/2020).

Ia dijemput petugas dari Kementerian Hukum dan HAM dengan didampingi sejumlah personil kepolisian pukul 02.00 WIB.

Bahkan kali ini, penceramah dengan rambut gondrong bercat pirang itu dipastikan harus menjalani sisa masa hukumannya.

Terpidana kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur itu langsung dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Fadli Zon menilai, Bahar telah diperlakulan diskriminatif.

Demikian dicuitkan Fadli Zon melalui akun Twitter pribadinya @fadlizon, Selasa (19/5/2020).

“Pak Kapolri. Kenapa Habib Bahar Smith diperlakukan diskriminatif?” protesnya.

Karena itu, anak buah Prabowo Subianto ini curiga hukum di Indonesia sudah menjadi alat bagi penguasa.

“Hukum benar-benar sudah jadi alat kekuasaan?” kecamnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga menyesalkan proses penangkapan kembali Habib Bahar.

Ia menilai, penangkapan tidak semestinya dilakukan di tengah bulan suci Ramadan.

“Apalagi ditangkap di tengah malam di bulan suci Ramadhan di Pesantrennya pula,” kata dia.

Atas hal itu, Fadli juga mempertanyakan sistem demokrasi yang dianut Indonesia.

“Apa negeri ini masih bisa disebut demokrasi?” ujarnya sembari men-tag akun @DivHumas_Polri.

Sebelumnya, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Reynhard Silitonga menyatakan, Bahar dinilai telah melakukan sejumlah kesalahan.

Yakni tidak mengindahkan dan tidak mengikuti bimbingan PK Bapas Bogor yang memiliki kewenangan melakukan pembimbingan dan pengawasan pelaksanaan asimilasi di rumah.

Ia juga dinilai melakukan beberapa tindakan yang dianggap telah menimbulkan keresahan dengan menghadiri kegiatan.

“Dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah,” ungkapnya.

Pihaknya juga menilai bahwa ceramah yang disampaikan Bahar dan beredar luas di masyarakat dapat menimbulkan keresahan.

“Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelas dia.

Bahar juga melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB).

“Dengan telah mengumpulkan massa (orang banyak) dalam pelaksanaan ceramahnya,” sambung Reynhard.

Atas perbuatannya, lanjutnya, Bahar dinyatakan melanggar syarat khusus asimilasi sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018.

Dengan demikian, pihaknya memastikan mencabut izin asimilasi Bahar.

“Dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam Lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” jelas dia.

“Selanjutnya, dia harus menjalankan sisa pidana di Lapas Khusus Gunung Sindur,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here