Wasekjen Demokrat Anggap Konser Amal Virtual Gak Berguna: Pencitraan Akut dan Menyakiti Hati Rakyat Lagi Susah

149
Konser Amal Virtual

 JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Irwan Fecho ikut angkat bicara terkait gelaran konser amal virtual bertema ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’.

Konser itu sendiri merupakan inisiasi sejumlah seniman, selebiriti dan artis.

Juga bersama MPR RI, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Irwan meyakini, konser tersebut tidak lain adalah upaya pengalihan isu kegagalan pemerintah dalam menangani wabah corona atau Covid-19.

“Konser yang digelar BPIP itu sebagai pengalihan isu dari kegagalan pemerintah tangani Covid-19,” kata Irwan di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini menilai konser itu juga tidak tepat.

Alasannya, digelar saat kondisi ekonomi bangsa tengah terpuruh akibat wabah virus asal Kota Wuhan, China.

Semestinya, lanjut Irwan, pemerintah fokus pada upaya dan mitigasi bencana nasionak tersebut.

Sehingga, dampak yang ditimbulkan akibat wabah corona tidak semakin berlarut-larut dan memporak-porandakan perekonomian masyarakat.

“Bukannya fokus penguatan PSBB malah memilih acara seremonial seperti konser musik,” cerca dia.

Lebih juah, politisi asal Kalimantan Timur ini juga menilai konser tersebut sebagai pencitraan pemerintahan Jokowi.

“Ini pencitraan akut dan menyakiti hati rakyat yang semua lagi susah,” tegas Irwan.

Atas hal itu, Irwan menganggap wajar jika publik menilai konser itu dibuat untuk menutupi pragmatisme kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama pandemi corona.

Baik soal Perppu 1/2020, Kartu Prakerja, relaksasi PSBB, hingga kenaikan iuran BPJS.

“Kemudian masalah bantuan sosial tidak merata, naiknya jumlah yang positif dan pasien yang dirawat serta membeludaknya penumpang di transportasi darat, laut dan udara,” bebernya.

Semestinya, sambung Irwan, pemerintah lebih memprioritaskan penanganan ketimbang konser yang dianggapnya tak berguna sama sekali.

“Seharusnya ini yang diutamakan ketimbang konser pengalihan isu kegagalan pemerintah tangani Covid-19,” kata anggota Komisi V DPR ini.

Untuk diketahui, konser amal virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ ditujukan mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat terdampak wabah corona atau Covid-19.

Konser tersebut diinisiasi MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Mengusung tema ‘Bersatu Lawan Corona’, konser disiarkan langsung TVRI dan sejumlah televisi nasional lainnya.

Sederet artis dan selebriti pun ikut berpartisipasi. Selain Bimbo, juga ada Judika, Via Vallen, Rossa, Lyodra dan sederet selebriti lainnya sebagai pengisi acara.

Konser lalu ditutup dengan lelang sepeda motor listrik karya anak bangsa yang dibubuhi tandatangan Presiden Jokowi.

Melalui proses lelang yang cukup alot, sepeda motor itu akhirnya laku seharga Rp2,5 miliar plus Rp50 juta.

Pemenang lelang itu adalah M Nuh, seorang pengusaha asal Jambi.

Sebelumnya, proses lelang juga dilakukan para sederet karya anak bangsa. Mulai dari lukisan sampai jaket yang masing-masing dihargai Rp500 juta.

Seluruh hasil donasi dari konser virtual ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ disumbangkan untuk masyarakat terdampak wabah corona atau Covid-19.

Sumber Berita / Artikel Asli : jpg/ruh/pojoksatu

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here