Kementan Luruskan Aksi Pedagang Bagi-bagi Sayuran Di Malang

232
Pedagang Bagi-bagi Sayuran Di Malang

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Malang, Jawa Timur per Minggu (17/5) berimbas pada petani sayuran yang tak bisa memasarkan hasil pertaniannya.

Hal itu terlihat dalam sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok pedagang Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, membagi-bagikan secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas, bahkan ada pula yang membuang hasil pertanian tersebut ke sungai. Aksi itu dilakukan lantaran sayuran tidak laku.

“Jadi itu buang sayur karena pasarnya itu tutup di sana. Mereka enggak bisa jual sayurannya, jadi terpaksa sayur mereka dibuang-buang,” ucap Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi mengenai aksi para pedagang tersebut, Minggu (17/5).

Prihasto mengatakan, aksi buang sayur ke kali maupun aksi petani yang membagikan gratis ke pengguna jalan bukan karena harga panen sayur yang anjlok yang diakibatkan melimpah panen dalam waktu bersamaan.

“Namun kendala ini sudah diselesaikan, kita sudah selesaikan itu. Jadi sekali lagi, itu karena pasarnya tutup karena lagi lockdown,” ujarnya.

Video yang merekam aksi pedagang membagikan sayuran beredar dan viral di beberapa platform media sosial, sepertiTtwitter dan Instagram terjadi di pasar sayur Kedungboto. Sudah sejak lama pasar itu menjadi sentra perdagangan komoditas sayuran, hasil dari pertanian warga sekitar. Tiap sore pasar tersebut ramai oleh aktivitas jual-beli sayuran.

Dalam video tersebut, tampak seorang pedagang berhelm biru dan berbaju hitam ikut membuang sayur sawi ke sungai. Selain itu, tampak pedagang lainnya berbaju ungu dan oranye serta bertopi cokelat ikut aksi buang sayur sawi ke sungai tersebut.

“Wis entek duwik e golek maneh, ajur-ajur. Rombonge sisan. Wis gak onok maneh, (sudah habis uangnya cari lagi, hancur-hancur, rombongnya juga, sudah tak ada lagi)” ucap salah seorang petani dalam video yang beredar.

Melihat aksi pedagang dalam video tersebut, Prihasto mengatakan bahwa dampak dari PSBB salah satunya memang berkurangnya permintaan bahan pangan hasil petani karena banyak restoran atau usaha kuliner lainnya ditutup sementara.

“Semoga pandemik ini segera berlalu ya, jadi aktivitas kita bisa berjalan normal kembal,” tutupnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here