Sandiaga Uno Habiskan Uang Rp 1 Triliun untuk Pilpres, Refly Harun: Anies Kan Modalnya Begitu Doang

238
Sandiaga Salahuddin Uno.

Pakar Hukum Tata Negara, Sandiaga Uno sempat mencecar Politisi Gerindra, Sandiaga Uno terkait sejumlah hal.

Hal itu terjadi saat Sandiaga Uno melakukan percakapan melalui video call dengan Refly Harun yang tayang di channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Minggu (17/5/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Refly Harun bertanya berapa dana yang dibutuhkan untuk kampanye pada Pemilihan Gubenur 2017 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Channel YouTube Refly Harun)

Sandiaga menjawab, dia menghabiskan kurang lebih Rp 300 miliar.

“Satu pertanyaan terakhir dan jawabnya singkat saja.”

“Bung harus jujur tahun 2017 Pilkada DKI habis berapa,” tanya Refly.

“Aduh hampir lebih itu, itu sudah saya laporkan di LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara) angkanya saya lupa tapi kira-kira hampir Rp 300 miliar,” jawab Sandi.

Sedangkan untuk kampanye Pilpres, Sandi mengatakan dirinya menghabiskan uang sekitar Rp 1 triliun.

“Itu juga belum saya laporkan hampir Rp 600 an miliar itu total Rp 1 triliun,” ujar Sandi.

“Jadi Rp 1 triliun ya, yang lainnya jangan bermimpi jadi Calon Presiden dan Calon Gubernur DKI,” timpal Refly.

Sandi lantas membantah anggapan tersebut, pasalnya ada beberapa orang yang tidak memiliki.

“Belum tentu, ada yang enggak punya apa-apa tahu-tahu bisa jadi kandidat,” bantah Sandi.

Lalu, Refly menyinggung bahwa Sandi merupakan orang dengan pemilik modal terbesar dibanding kandidat-kandidat Capres 2024 yang selama ini diisukan.

Bahkan ia turut menyinggung Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang belum memiliki modal.

“Kan Bung memang harus membantu kaum dhuafa, dari orang-orang yang disebutkan sebagai next presiden itu, calon presiden ke depan yang mapan kan cuma Bung Sandi.”

“Yang lainnya Anies kan modalnya modal begitu doang, Ganjar juga begitu, RK juga begitu, Khofifah juga begitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sandi melanjutkan dirinya tak masalah menghabiskan uang sebegitu banyak.

Menurutnya tak ada yang sia-sia dalam sebuah perjuangan.

“Buat saya tidak ada penyesalan sama sekali, buat saya ini adalah bagian dari perjuangan, pengorbanan kalau memang di politik, kalau kita mau mandiri ya harus berani gitu loh,” ucapnya.

Lihat videonya mulai menit ke-1:03:41:

 

Ditawari Jabatan di BUMN oleh Erick Thohir

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Minggu (17/5/2020), Refly Harun menyinggung bahwa Sandiaga Uno sebenarnya bisa saja menjadi Komisaris Utama (Komut).

Refly Harun mempertanyakan alasan Sandiaga Uno yang menolak tawaran tersebut.

“Bung kan kemarin ketemu sama Bro Erick Thohir, dia nawarin jabatan yang Bung bisa pilih sebenarnya kan,” ujar Refly Harun.

“Barangkali jadi pemilik aja yang enggak boleh, ya kan BUMN milik negara bukan milik nenek moyang. Kan tinggal pilih mau jadi Komisaris Utama. Mungkin kalau Dirut bung enggak mau lagi,” sambungnya.

Refly Harun menyebutkan, Sandiaga Uno bahkan bisa menjadi Komut di perusahaan-perusahaan penting BUMN.

“Tinggal pilih itu Komisaris Utama yang ring satu, apakah Pertamina, PLN atau Telkom ataukah Himbara. Kok enggak tertarik itu gimana?,” ujarnya Refly Harun.

Sandi menjawab, dirinya menolak tawaran jabatan dari Erick Thohir lantaran dirinya masih berstatus sebagai Pengurus Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengungkapkan hubungannya dengan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sandiaga Uno mengungkapkan hubungannya dengan Menteri BUMN, Erick Thohir. (Channel YouTube Refly Harun)

Ia juga menyebut tak ingin adanya politik kepentingan dalam pengambilan posisi tersebut.

“Satu, saya orang politik. Jadi jelas posisi saya di partai dan saya kok melihat bahwa BUMN ini mestinya harus bebas dari benturan kepentingan,” ungkap Sandi yang langsung disetujui langsung oleh Refly Harun.

“Tampak Bro Refly ahlinya ya, kan juga sudah pernah menjabat di sana, jadi harus memang bebas dari kepentingan politik,” sambung Sandi.

Refly lantas melontarkan candaan karena ia tidak terlibat di partai politik maka jabatannya sebagai Komut tidak lama.

“Karena tidak politik itulah tidak lama menjabat di sana,” ucap Refly sambil tertawa.

Mendengar itu Sandiaga sampai terpingkal.

Lalu, Refly Harun menjelaskan bahwa Pejabat Tinggi di BUMN seharusnya tidak terlibat dalam politik praktis.

Ia mengakui sempat berpesan pada Erick Thohir terkait aturan tersebut.

“Karena saya taat pada undang-undang Pemilu Pasal 280 ayat 2 huruf d, Undang-undang 7 Nomor 17 yang namanya Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas, dan Karyawan BUMN dilarang dilibatkan dalam kampanye.”

“Jadi kan saya tidak terlibat kampanye, saya kan pesan juga pada Bro Erick pasti dia dengar,” jelas Refly.

Mantan Komut PT Pelindo II ini berpesan pada Erick BUMN jangan dipolitisasi agar perusahaan-perusahaan milik negara itu tetap bertahan.

“Tolong BUMN jangan dipolitisasi ya karena kalau dipolitisasi rusak BUMN kita, tidak akan pernah jadi besar kalau dipolitisasi,” ucap dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : TribunWow

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here