Meski Ada Covid-19, Indonesia Masih Diminati Para Investor

413
Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA – Meskipun masih dilanda Covid-19, Indonesia masih diminati oleh para investor. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Disampaikan Luhut, perusahaan Amerika Serikat (AS) baru saja menandatangani kerjasama pembangunan industri methanol bersama perusahaan Bakrie untuk proyek di Kalimantan Timur dengan nilai kontrak USD 2,5 miliar. Bahkan, juga bisa meningkat seiring waktu.

“Kita baru ditandatangani USD 2,5 miliar dolar untuk methanol antara Bakrie dengan Air Products dan Ithaca dari AS dan itu nilai proyeknya akan nanti meningkat sampai kira-kira ke USD 7 miliar dalam 2 tahun ke depan di Kalimantan Timur,” ungkapnya dalam siaran streaming Bincang Khusus bersama Radio Republik Indonesia, Minggu (17/5).

Selain itu, kata Luhut, Uni Emirat Arab (UEA) pun hendak melangsungkan pembicaraan investasi di kawasan tersebut.

“Walaupun dengan Covid-19 begini tapi Indonesia itu seksi buat orang lain untuk investasi ke sini, tinggal bagaimana kita buat kajiannya aja,” ujarnya.

Ditambahkan, hari ini, pihaknya juga akan melangsungkan pembicaraan mengenai kerjasama investasi di sektor yang lain. Apalagi dengan AS, di mana Presiden Joko Widodo bersama Presiden AS Donal Trump telah melakukan pembicaraan yang intensif terkait investasi.

“Jadi sekarang kita akan melakukan tanggal 17 (Mei) ini, video call dengan Abu Dhabi dengan Washington dengan Jakarta, jadi itu bicarakan bagaimana format kerja sama itu. Ini mungkin yang kelima kali, ini sudah mengerucut, tadi juga presiden setuju karena rupanya Presiden Jokowi dan Presiden Trump tuh janjian, kalau bisa tiap bulan Trump menawarkan (investasi) kalau perlu tiap bulan bahkan tiap minggu malah bilang gitu kita bicara telepon,” pungkasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : jpc/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here