Fadli Zon: Kenaikan Iuran BPJS Langgar Hukum, Masyarakat Diperas

324

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut kenaikan iruan BPJS Kesehatan membuat masyarakat semakin sengsara di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Anggota Komisi I DPR itu mengibaratkan masyarakat sudah jatuh tertimpa tangga, malah dilindas mobil.

“Saya melihat bahwa kenaikan BPJS ini jelas saya katakan di Twitter saya itu absurd ya. Di saat masyarakat sedang mengalami suatu pandemi, kesulitan-kesulitan hidup makin terasa nyata gitu ya,” kata Fadli Zon saat berbincang dengan CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu, Sabtu (16/5/2020).

“Ini seperti sudah jatuh ditimpa tangga, malah dilindas mobil, dilindas kereta lagi,” tambah mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Menurut Fadli Zon, seharusnya pemerintah menjalankan perintah Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan kenaikan iruan BPJS Kesehatan.

“Saya agak heran gitu, terus terang saja, kenapa pemerintah melalui Perpres itu menaikkan iuran BPJS, yang harusnya pemerintah menunaikan atau menjalankan apa yang menjadi perintah dari Mahkamah Agung, yaitu menurunkan,” katanya.

Fadli Zon menyebut pemerintah telah melanggar hukum dengan mengabaikan putusan MA.

“Jadi ini banyak sekali faktor yang dilanggar. Dari satu sisi adalah faktor hukum. Faktor hukum itu karena sudah ada putusan MA yang seharusnya bisa dieksekusi, tapi ternyata tidak dieksekusi, malah menunggu, tiba-tiba malah menaikkan,” bebernya.

“Yang kedua, dari sisi sosial ekonomi jelas ini membebani masyarakat. Masyarakat seperti diperaslah dengan adanya ini,” katanya.

Menurut Fadli, kenaikan iuran BPJS Kesehatan dilakukan secara sepihak oleh pemerintah tanpa melalui persetujuan DPR.

“Jadi sulit kita menjalankan kontrol, apalagi belakangan ini pemerintah selalu mengambil inisiatif-inisiatif, langkah-langkah secara sepihak,” kata Fadli.

Selengkapnya simak perbincangan Fadli Zon dan Hazairin Sitepu di bawah ini:

 

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here